Limapuluh Kota Dihadapi Darurat Moral, Serangkaian Kasus Menimpa Pejabat Hingga Bupati

by -

Limapuluh Kota Dihadapi Darurat Moral, Serangkaian Kasus Menimpa Pejabat Hingga Bupati

 

SEMANGATNEWS. COM – Kabupaten Limapuluh Kota tengah berada di sorotan publik akibat serangkaian kasus pelanggaran moral yang terjadi secara beruntun selama beberapa tahun terakhir. Kasus tidak hanya melibatkan kalangan masyarakat umum, tetapi juga pejabat pemerintah daerah hingga tingkat tertinggi.

 

2023: Kasus Pertama yang Membuka Celah

 

Pada 28 Desember 2023, Wali Nagari Guguak VIII Koto berinisial YS menjadi sorotan setelah tidak sengaja mengunggah foto mesum bersama seorang perempuan bukan istrinya ke grup WhatsApp. Usai beredar foto mesumnya bersama perempuan yang diduga selingkuhannya, Bupati Lima Puluh Kota saat itu dijabat oleh Safaruddin Datuak Bandaro Rajo, mengkonfirmasi pengunduran diri Yosrizal. Ia juga telah menunjuk pelaksana tugas (Plt) Wali Nagari Guguak VIII Koto untuk mengisi jabatan pada saat itu.

 

“Sudah mengundurkan diri. Kami berhentikan dan telah diganti. Hari ini sudah ditunjuk Plt,” kata Safaruddin kepada wartawan 29 Desember 2023.

 

2024: Dua Kasus Lagi Memperparah Kondisi

 

Hanya dua bulan kemudian, pada 20 Februari 2024, kasus serupa kembali terjadi. Wali Nagari Talang Maur mengundurkan diri setelah video mesumnya berdurasi 4 menit 1 detik dengan seorang wanita tersebar luas di media sosial. Ia baru menjabat selama dua tahun dan siap menjalani sanksi sesuai aturan serta konsekuensi moral dari masyarakat.

 

Saat dikonfirmasi, Bupati Limapuluh Kota yang saat itu juga dijabat Safaruddin membenarkan kejadian seorang Wali Nagari di Limapuluh Kota mundur dari jabatannya usai video mesumnya viral.

 

“Benar kejadian itu, kemarin juga sudah ada konfirmasi dari Camat Mungka terkait kejadian ini. Dari saya kalau ada yang melanggar aturan, yah harus kita beri sanksi sesuai aturan yang ada,” kata Safaruddin pada 20 Februari 2024.

 

Tak berhenti di situ, pada 10 Oktober 2024 kantor Wali Nagari Bukik Sikumpa disegel massa akibat dugaan tindakan asusila yang melibatkan wali nagari setempat dengan seorang kader desa yang masih berstatus istri sah warga lain. Bukti berupa percakapan dan foto tak senonoh menjadi dasar kecaman masyarakat, yang menganggap perbuatan tersebut mencederai norma adat dan etika pemerintahan. Meskipun wali nagari bersangkutan membantah dan mengklaim ponselnya dibajak, penjelasan tersebut mendapat tanggapan skeptis dari publik.

 

Ketua KAN Bukik Sikumpa, Usman dt. Ndomo pada saat itu membenarkan penyegelan yang dilakukan oleh masyarakat.

 

“Penyegelan dilakukan masyarakat karena dugaan perbuatan melanggar aturan dan norma adat yang dilakukan oleh Walinagari,” ucapnya.

 

2026: Kasus VCS Bupati yang Viral

 

Pada awal Februari 2026, kasus yang lebih menggemparkan muncul dengan beredarnya rekaman Video Call Sex (VCS) berdurasi sekitar 30 detik yang menampilkan seorang pria diduga mirip Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang. Selain itu, Bupati Safni juga melaporkan dugaan pemerasan yang ia alami, di mana pelaku menggunakan video tersebut untuk meminta uang agar tidak disebarluaskan.

 

Dalam rekaman tersebut, pria yang diduga mirip Safni terlihat berada di kamar dan melakukan panggilan video dengan seorang wanita yang identitasnya belum terungkap karena wajahnya tidak terlihat jelas. Video juga menunjukkan adegan onani yang dilakukan oleh keduanya.

 

Kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap identitas pelaku, sumber penyebaran video, serta keterkaitan antara pemerasan dengan penyebaran konten tersebut. Bupati Safni Sikumbang menyatakan telah menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak berwenang.

 

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan, membenarkan adanya laporan tersebut saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 24 Februari 2026.

 

Ia menjelaskan, laporan itu diterima pada awal Februari 2025 dan diajukan langsung oleh Safni selaku pelapor. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan atas rekaman VCS yang disebut-sebut menyerupai dirinya dan telah beredar.

 

“Kami masih melakukan penyelidikan terhadap laporan pemerasan terkait video call sex tersebut,” ungkap Andry. (ARYA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.