Ramalan Pasar dan Kabar Buruk untuk Warga RI: Inflasi Melonjak dan Risiko Global Mengintai

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Warga Negara Indonesia (WNI) diperingatkan akan menerima kabar buruk menjelang awal Maret 2026 seiring dengan perkiraan kenaikan inflasi yang signifikan di dalam negeri. Hal ini disampaikan oleh para analis ekonomi yang melihat sejumlah tekanan harga menjelang bulan suci Ramadan.

Menurut analis pasar, lonjakan harga pangan dan kebutuhan pokok diperkirakan akan ikut mendorong angka inflasi Indonesia pada Februari 2026, yang berpotensi memberi tekanan pada daya beli masyarakat luas.

Kondisi itu menjadi semakin kompleks karena situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah, terutama konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang masih memengaruhi pasar global dan harga komoditas energi seperti minyak.

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, memperingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga minyak dunia ke dalam negeri, karena Indonesia masih menggantungkan sebagian besar pasokan energinya dari kawasan tersebut.

“Jika konflik berkepanjangan, harga minyak akan terus naik dan ini tentu akan dirasakan secara langsung oleh masyarakat Indonesia melalui harga bahan bakar dan listrik yang lebih tinggi,” ujarnya dalam keterangan pers pekan lalu.

Di pasar global, harga emas pun menunjukkan tren menguat sebagai respon investor terhadap meningkatnya ketidakpastian geopolitik, yang sering kali dipandang sebagai safe haven ketika risiko konflik meningkat.

Penguatan emas ini, meskipun menarik bagi investor, dapat menjadi indikator pesimis bagi perekonomian luas karena menunjukkan bahwa modal mengalir ke aset yang lebih aman daripada sektor produktif, seperti manufaktur dan investasi domestik.

Selain itu, sentimen pasar keuangan domestik juga turut terdampak oleh dinamika global, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah mengalami tekanan volatilitas sepanjang pekan kemarin.

Bank Indonesia dan pemerintah disebut telah melakukan sejumlah langkah mitigasi, tetapi para analis menilai langkah-langkah tersebut perlu dipertajam agar dampak kenaikan harga tidak menghantam masyarakat berpendapatan rendah secara drastis.

Di sektor energi, pemerintah melalui state-owned enterprise mengumumkan kesiapan antisipasi terhadap kondisi pasar yang berubah cepat, termasuk kemungkinan interupsi pasokan dari negara-negara penghasil minyak besar.

Namun, harga bahan bakar minyak di dalam negeri tetap mengalami peningkatan setelah kenaikan pasar global baru-baru ini, yang menambah beban bagi konsumen dan pelaku usaha, khususnya sektor transportasi dan logistik.

Menjelang pengumuman data inflasi berikutnya, masyarakat pun diminta untuk bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan harga barang dan jasa secara lebih luas, sementara pemerintah bekerja untuk mengurangi gegar dampak global terhadap ekonomi domestik.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.