Bupati Irfendi Arbi: “Saya Sapa Warga, Sayapun Dibully”.

by -

Semangatnews,Limapuluhkota- Setiap daerah kabupaten atau Kota di Sumbar mempunyai terobosan dan inovasi dalam pengawasan dan pelaksanaan dana desa. Jika di Agam dikenal dengan mengoptimalkan fungsi camat. Indra Catri menyebut ” Camat adalah belahan jiwa Bupati”.
Lain pula cara dan kiat Bupati di Tanah Datar. Irdinansyah membuat terobosan berkantor sehari di nagari.
Sedangkan di Limapuluhkota dengan Bupatinya Irfendi Arbi mempunyai 7 inovasi. Salah satu yang menonjol adalah “Sapa warga”.

Hal ini diungkapkan Bupati Irfendi Arbi saat menerima tim penilai kompetensi transparansi dana desa di Rumah Dinas Bupati Labuah Basilang, Selasa 4/12/2018.

Tim penilai dengan pimpinan rombongan Kepala Dinas PMD Sumbar, Drs Syafrizal Ucok, Pamong senior Drs H Rusdi Lubis, konsultan pengawas wilayah II Khairul Anwar,SH,MH, unsur PWI Gusfen Khairul, Zulnadi serta Drs Akral,MM
Tim sengaja menjambangi Bupati Limapuluhkota Irfendi Arbi, sekedar berdiskusi sejauhmana komitmen dan pembinaan yang dilakukannya terhadap pelaksanaan dana desa di daerahnya.

Zulnadi,SH mewakili tim saat itu mengatakan, tim turun bukan untuk memeriksa, melainkan untuk mengetahui sejauh mana transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan dana desa di daerah ini.

“Dalam era keterbukaan dewasa ini siapapun bisa melihat penggunaan dana desa di daerah ini. Apakah dana nagari itu benar-benar dimanfaatkan dengan baik dan benar, inilah yang ingin kita lihat,” tutur Zulnadi.

Dikatakan, keterbukaan dana nagari mulai dari perencanaan, pelaksanaan serta asas pemanfaatan tersebut, diharapkan dapat memberikan dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan di nagari.
Lebih jauh pengurus PWI Sumbar itu mengaku melihat Bupati Irfendi Arbi memiliki banyak gebrakan dan lebih banyak berada di lapangan, termasuk berkunjung ke nagari-nagari.

Dalam ekspose singkat itu tergambar ada 7 langkah inovasi Bupati membina dana di nagari.
Pertama; mengoptimalisasi klinik keuangan nagari.Kedua; diterapkannya Sistem Keuangan Desa.Ketiga; program Swa JKN.
Ke empat; Sapa Warga, inilah program Bupati yang sangat menonjol dan sering mendapar respon warga baik negatif maupun positif.Terkadang bupati di bully di media sosial yang dinilai sebuah pencitraan.

Tapi Irfendi tak peduli, aksi jalan terus, apalagi dananya bukan dari APBD.

“Kenapa saya dipaksa berhenti membantu warga saya,” tegas Irfendi yang mengaku ilmu agamanya tidak sedalam orang lain.

Bentuk aksi sosial Bupati Irfendi Arbi adalah setiap berkunjung ke nagari atau desa, di dalam mobil dinasnya ada puluhan kantong beras yang siap diberikan kepada warga.
Sispa warga itu Bupati tidak meminta masukan kepada staf atau walinagarinya.

Namun bila ketemu ada nenek tinggal di rumah sendirian, lalu disapa dan diselidiki, akhirnya bupati menyerahkan satu karung beras. Tak tahulah kita apakah ada familinya yang kaya di rantau atau di kampung itu sendiri.

Sejak adanya aksi sosial terobosan bupati ini, lalu juga diikuti opd lain. Rupanya pimpinan opd bila pergi bersama bupati, maka di mobilnya ada pula sejumlah kantong beras siap di bagikan kepada warga.

ORANG SAKIT JIWA
Aksi sosial sapa warga tidak hanya sekedar menyapa dan lalu berikan beras.
Tapi ada yang sangat terenyuhnya batin bupati, manakala ada warganya di pasung, di kurung dan di rantai.Mereka tergolong sakit jiwa dan itu perlu ditolong. Awal ada sekitar 100 orang ditemukan dan sekarang tinggal di bawah 10 saja lagi.

Irfendi Arbi meminta OPD terkait seperti dinas kesehatan dan dinas sosial untuk mengatasi warga yang sakit jiwa itu.

Alhamdulillah dengan niat ikhlas, terbuka jalan. Sebagian besar mereka sudah dilatih keterampilan dan dikirim ke Bengkulu dan Lampung.
Ada juga yang di bawa ke RS gadut Padang, untuk pengobatan bersama keluarga dekatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.