Qasem Soleimani, Jenderal Bayangan Iran yang Jadi Target Operasi Mematikan AS

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Nama Qasem Soleimani kembali menjadi sorotan di tengah dinamika konflik Timur Tengah, mengingat perannya yang sangat besar dalam strategi militer Iran selama bertahun-tahun.

Soleimani dikenal sebagai salah satu tokoh militer paling berpengaruh di Iran, bahkan disebut sebagai figur kunci dalam kebijakan luar negeri berbasis militer negara tersebut.

Ia menjabat sebagai komandan Pasukan Quds, unit elite dari Garda Revolusi Iran yang bertugas menjalankan operasi militer di luar negeri.

Di bawah kepemimpinannya, Iran memperluas pengaruh di berbagai kawasan konflik seperti Irak, Suriah, hingga Lebanon melalui jaringan milisi sekutu.

Karier militernya dimulai sejak muda, saat ia bergabung dengan Garda Revolusi Iran setelah Revolusi Islam 1979 dan ikut terlibat dalam perang Iran-Irak.

Seiring waktu, ia dikenal sebagai ahli strategi perang yang mampu membangun aliansi kuat di kawasan Timur Tengah.

Soleimani juga disebut memiliki hubungan dekat dengan para pemimpin tertinggi Iran, menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh setelah pemimpin tertinggi negara tersebut.

Namun kiprahnya berakhir tragis pada 3 Januari 2020 ketika ia tewas dalam serangan drone Amerika Serikat di Baghdad, Irak.

Serangan tersebut dilakukan tak lama setelah Soleimani tiba di ibu kota Irak, dan langsung memicu ketegangan global yang signifikan.

Kematian Soleimani memicu gelombang reaksi keras dari Iran yang bersumpah akan melakukan pembalasan terhadap Amerika Serikat.

Meski telah wafat, sosok Soleimani tetap menjadi simbol kekuatan militer Iran dan terus dikenang sebagai pahlawan nasional oleh sebagian besar rakyatnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.