Jakarta, Semangatnews.com – Nama Cindy Rizap tengah menjadi sorotan publik setelah terseret isu dugaan hubungan dengan suami Maissy Pramaisshela, yakni Riky Febriansyah. Isu tersebut semakin ramai setelah beredar kabar bahwa Cindy sempat berlibur ke Jepang bersama Riky.
Menanggapi kabar yang beredar luas di media sosial, Cindy akhirnya buka suara melalui kuasa hukumnya untuk memberikan klarifikasi. Ia dengan tegas membantah tudingan tersebut.
Melalui pernyataan resminya, Cindy menegaskan bahwa perjalanan ke Jepang yang sempat dipermasalahkan publik tidak ada kaitannya dengan Riky. Ia menyebut liburan tersebut dilakukan bersama keluarganya.
Kuasa hukum Cindy menjelaskan bahwa saat itu kliennya pergi ke Jepang bersama sang ibu. Hal ini sekaligus membantah asumsi netizen yang mengaitkan perjalanan tersebut dengan isu perselingkuhan.
Liburan tersebut juga disebut terjadi saat Cindy sedang menjalani masa libur pendidikan sebagai mahasiswa koas. Ia memanfaatkan waktu libur sekitar 10 hari untuk bepergian ke luar negeri.
Selain membantah soal perjalanan ke Jepang, Cindy juga menegaskan bahwa hubungannya dengan Riky hanya sebatas profesional di lingkungan kerja medis.
Ia menjelaskan bahwa interaksi antara dokter dan mahasiswa koas merupakan hal yang wajar dalam dunia pendidikan kedokteran, sehingga tidak bisa diartikan sebagai hubungan pribadi.
Cindy juga membantah berbagai tudingan lain yang menyebut dirinya sebagai pihak ketiga dalam rumah tangga Riky dan Maissy. Ia menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar.
Menurutnya, tidak pernah ada hubungan personal di luar konteks pekerjaan antara dirinya dengan Riky. Semua interaksi yang terjadi murni dalam lingkup profesional.
Isu ini sendiri bermula dari spekulasi warganet yang mengaitkan sejumlah unggahan foto dan video Cindy saat berada di Jepang dengan keberadaan Riky di waktu yang sama.
Spekulasi tersebut kemudian berkembang menjadi tudingan perselingkuhan yang menyeret nama Cindy ke dalam polemik rumah tangga pasangan tersebut.
Dengan adanya klarifikasi ini, Cindy berharap publik tidak lagi menyimpulkan sesuatu tanpa bukti yang jelas dan dapat melihat persoalan secara lebih objektif.(*)

