Semangatnews,Sijunjung-Suasana kekeluargaan yang penuh canda tawa mewarnai acara reuni atau “taragak basuo” mantan pegawai Departemen Penerangan (Deppen- 05) Kabupaten Sijunjung di aula Bapppeda (dulu aula Puspenmas), Sabtu (8/12/2018).
Meski masa kenangan Deppen sudah hapus presiden Gusdur, dan usia mereka sudah lanjut, namun suasana akrab dan saling melempar candaan membuat reuni perdana malapeh taragak itu semakin riuh.

Momen itu mulai terlihat saat mantan pegawai api nan tak kunjung padam (Anantakupa) baru saja selesai makan siang. Adalah, Yusrizal mantan Kasubag Tata Usaha Deppen Sijunjung punya banyak cerita menggelitik saat menjadi pegawai Deppen. Cerita mantan Asisten II Setdakab Sijunjung membuat para pegawai terpingkal-pingkal mendengarkannya.
Bahkan, suasana riuh gembira makin terlihat saat, beberapa pegawai ini menyanyikan lagu dangdut. Mereka bergoyang bersama mengikuti irama musik.
Acara yang di inisiasi Syahril Syada dan Risneli Husni baru pertama kali diadakan. Meski perdana, reuni ini dihadiri hampir 50 orang, termasuk isteri dan anak alumni Deppen.

Diantaranya, hadir mantan Kakandeppen Sijunjung, Syarnel, SH, Asril Syamsudin, Syahibur Ramli, Buya Gusman, Fahrudin, Arani Alul, Putri Yanhelmi, Deswita, Jushar, Doni Saputra, Palawasita, Rosnani, Yurmadiah.
“Rekan-rekan ini ada yang sudah pensiun dan berada di berbagai daerah di sumbar, bahkan ada dari Riau,” ujarnya.
Menurutnya, reuni ini semata-mata ingin mempertemukan kembali rekan-rekan alumni Deppen Sijunjung yang tersebar di kabupaten/kota di Sumatera Barat dan daerah lain.
“Sebagai inisiator, hanya ingin mempertemukan teman-teman dan senior-senior alumni Deppen karena sudah 18 tahun berpisah,” ucapnya.

Mantan Kakandeppen Sijunjung, Syarnel mengaku bangga dan terharu atas terselenggaranya reuni tersebut.
Ia berharap, reuni ini terus berlanjut pada tahun berikutnya.
“Saya berharap tali silaturahmi sesama alumni Deppen terus terjaga,” pesannya.
Pada reuni itu juga terbentuk, pengurus alumni, Ketua dan Wakil Ketua, Sarwo Edi dan Suarman, Sekretaris, Eri Suherman, Bendahara, Risneli Husni dan Humas Azneldi Piliang.(azet)
