Trump Dinilai Kerap Salah Hitung Hadapi Iran, Strategi Teheran Bikin AS Kewalahan

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis menilai Presiden Donald Trump kerap melakukan kesalahan kalkulasi dalam menghadapi strategi Teheran. Situasi ini membuat konflik justru semakin berlarut dan sulit dikendalikan.

Sejak awal serangan pada akhir Februari 2026, Washington disebut memperkirakan Iran akan melemah dengan cepat. Namun kenyataannya, Iran justru mampu bertahan dan memberikan respons militer yang tak terduga.

Salah satu kesalahan utama yang disorot adalah anggapan bahwa tekanan militer besar akan langsung memaksa Iran menyerah. Sebaliknya, Teheran memilih strategi balasan yang terukur namun berdampak luas.

Iran bahkan mampu memanfaatkan posisi strategisnya dengan menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia. Langkah ini langsung mengguncang pasar global dan meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat.

Selain itu, strategi Iran yang mengandalkan perang asimetris dinilai sulit diprediksi oleh militer AS. Serangan balasan yang menyasar infrastruktur energi dan kepentingan sekutu membuat konflik semakin kompleks.

Di sisi lain, pernyataan dan kebijakan Trump juga dinilai tidak konsisten. Tujuan perang yang awalnya untuk menghentikan program nuklir, kemudian bergeser menjadi upaya perubahan rezim.

Perubahan arah kebijakan ini menunjukkan belum adanya strategi yang jelas dari Washington. Hal tersebut justru dimanfaatkan Iran untuk memperkuat posisi tawarnya di tengah konflik.

Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa intelijen AS tidak menemukan tanda bahwa rezim Iran akan runtuh dalam waktu dekat. Ini semakin memperkuat anggapan bahwa perhitungan awal Trump meleset.

Bahkan dalam beberapa kesempatan, Trump terlihat menunda atau mengubah keputusan penting, termasuk rencana serangan terhadap fasilitas energi Iran. Langkah ini dianggap sebagai indikasi tekanan yang dihadapi Washington.

Pengamat menilai Iran berhasil memainkan strategi jangka panjang dengan memanfaatkan ketergantungan dunia terhadap energi. Dengan menguasai jalur penting, Iran memiliki leverage besar dalam konflik ini.

Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga kecerdikan strategi. Kesalahan kalkulasi yang berulang membuat posisi AS semakin sulit dalam menghadapi Iran.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.