Jakarta, Semangatnews.com – Penyanyi sekaligus politisi Kris Dayanti menggelar perayaan Lebaran yang penuh makna di kediamannya di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Momen Idul Fitri tahun ini dipilihnya sebagai ajang silaturahmi keluarga sekaligus refleksi pribadi.
Dalam suasana hangat tersebut, Kris Dayanti menyampaikan betapa pentingnya Lebaran bagi dirinya sebagai hari kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadan. Ia menekankan bahwa Idul Fitri menjadi momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan penuh maaf.
“Alhamdulillah kita bisa mencapai sebuah pencapaian ya. Bukan saja kemenangan, tapi bagaimana kita memaknai ini sebagai hari yang fitri, hari di mana Allah memberikan ampunan atas dosa-dosa kita,” ujar Kris Dayanti ketika ditemui di rumahnya.
Tradisi sungkeman menjadi bagian penting dari perayaan keluarga. Meski tak menggelar open house besar-besaran, keluarga besar tetap berkumpul di rumahnya untuk saling bersalaman dan meminta maaf, termasuk keluarga dari pihak mantan suami, Anang Hermansyah.
Kris Dayanti mengatakan bahwa suasana Lebaran selalu mampu menyatukan keluarganya, membuat mereka lebih dekat setelah menjalani berbagai dinamika hidup. Ia berharap hubungan baik antarkeluarga terus terjaga tanpa memandang status hubungan di masa lalu.
Berbagai hidangan khas Lebaran juga disiapkan khusus untuk keluarga yang datang. Menu seperti lontong, ketupat, opor ayam, hingga empal gentong menjadi sajian istimewa yang menghangatkan suasana reuni keluarga.
Tak hanya itu, Kris Dayanti juga memanfaatkan momen tersebut untuk berbincang dan bercengkerama dengan anak-anaknya. Ia mengungkapkan kebanggaannya karena putrinya, Amora, berhasil menjalankan puasa penuh selama Ramadan.
Kendati ada dinamika dalam keluarga besar mereka, termasuk perpisahan dengan Anang Hermansyah di masa lalu, Kris Dayanti menegaskan bahwa Lebaran adalah waktu terbaik untuk memperkuat tali persaudaraan antaranggota keluarga.
Perayaan kali ini juga menjadi ajang untuk saling berbagi cerita, kenangan, dan pengalaman setahun terakhir. Kris Dayanti berharap tradisi ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai wujud cinta dan perhatian keluarga.
Lebaran menurutnya bukan hanya soal tradisi, tetapi lebih pada nilai moral dan spiritual yang bisa diambil oleh setiap individu. Ia berharap semangat saling memaafkan ini bisa menjadi pembelajaran berharga bagi generasi muda dalam keluarganya.
Selain itu, momentum ini juga dimanfaatkan Kris Dayanti untuk merenungkan perjalanan hidupnya, termasuk karier sebagai seniman dan wakil rakyat. Ia menyatakan syukur atas segala hal yang telah dilalui sepanjang tahun ini.
Dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, Kris Dayanti menunjukkan bahwa Lebaran bukan sekadar perayaan, melainkan waktu penting untuk memperkuat hubungan keluarga dan menjaga rasa saling menghormati di antara mereka.(*)

