Jakarta, Semangatnews.com – Fenomena panic buying kembali terjadi di dunia, namun kali ini bukan bahan pangan atau bahan bakar yang diburu, melainkan kantong sampah. Warga Korea Selatan dilaporkan berbondong-bondong membeli kantong sampah hingga penjualannya melonjak drastis.
Lonjakan permintaan ini terjadi seiring kekhawatiran masyarakat terhadap potensi gangguan pasokan bahan baku plastik. Isu tersebut muncul akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada distribusi energi global.
Kantong sampah menjadi barang krusial di Korea Selatan karena sistem pengelolaan limbah yang ketat. Warga diwajibkan menggunakan kantong resmi sesuai jenis sampah yang dibuang, sehingga ketersediaannya sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
Data dari sejumlah jaringan ritel menunjukkan lonjakan penjualan yang signifikan. Penjualan kantong sampah bahkan dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat dalam waktu singkat.
Toserba CU mencatat kenaikan penjualan kantong sampah makanan lebih dari 150 persen, sementara kantong sampah biasa melonjak lebih dari 200 persen hanya dalam sepekan.
Tren serupa juga terjadi di jaringan lain seperti GS25, 7-Eleven, dan Emart24 yang melaporkan lonjakan hingga ratusan persen.
Akibat tingginya permintaan, sejumlah toko dilaporkan kehabisan stok untuk ukuran yang paling umum digunakan, seperti 10 liter dan 20 liter. Beberapa gerai bahkan hanya menyisakan ukuran besar.
Kondisi ini memaksa pengelola toko memberlakukan pembatasan pembelian untuk mencegah penimbunan dan menjaga distribusi tetap merata di masyarakat.
Panic buying mulai terlihat sejak pertengahan Maret, ketika kekhawatiran terhadap pasokan nafta—bahan utama plastik—mulai meningkat di kalangan industri dan masyarakat.
Meski demikian, pemerintah Korea Selatan menegaskan bahwa stok kantong sampah nasional masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan.
Fenomena ini menjadi contoh bagaimana kepanikan publik bisa dipicu oleh isu global, bahkan terhadap barang yang sebelumnya dianggap sepele seperti kantong sampah.(*)

