Jakarta, Semangatnews.com – Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, mengungkap alasan di balik kekalahan mereka dari duet muda Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Faktor kedekatan dalam latihan di Pelatnas disebut menjadi salah satu penyebab utama.
Fajar/Fikri mengakui bahwa lawan mereka sudah sangat memahami pola permainan yang biasa digunakan. Hal ini membuat pertandingan menjadi lebih sulit karena strategi mereka mudah dibaca.
Kedua pasangan memang sama-sama berlatih di Pelatnas PBSI Cipayung. Intensitas latihan bersama membuat masing-masing pemain mengetahui kelebihan dan kelemahan satu sama lain.
Fikri menyebut bahwa kondisi ini membuat mereka tidak memiliki banyak kejutan saat bertanding. Lawan sudah bisa mengantisipasi pola serangan maupun pertahanan yang biasa mereka gunakan.
Situasi tersebut terlihat dalam beberapa pertemuan terakhir, termasuk saat ajang All England 2026. Dalam pertandingan itu, Fajar/Fikri kembali harus mengakui keunggulan junior mereka.
Kekalahan tersebut bahkan menjadi yang ketiga secara beruntun dari pasangan Raymond/Joaquin. Catatan ini menunjukkan adanya dominasi dari pasangan muda tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, Fajar/Fikri tidak ingin larut dalam hasil negatif. Mereka justru menjadikan kekalahan ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan performa ke depan.
Fajar menegaskan bahwa persaingan di sektor ganda putra Indonesia saat ini memang sangat ketat. Banyak pasangan memiliki kualitas yang merata dan mampu saling mengalahkan.
Ke depan, mereka akan fokus memperbaiki strategi dan variasi permainan agar tidak mudah ditebak oleh lawan. Hal ini dinilai penting untuk menghadapi turnamen besar berikutnya.
Salah satu target terdekat adalah tampil maksimal di Kejuaraan Asia 2026 yang akan digelar di Ningbo, China. Turnamen ini menjadi ajang penting untuk mendongkrak peringkat dunia.
Dengan evaluasi yang matang, Fajar/Fikri berharap dapat bangkit dan kembali menunjukkan performa terbaik mereka di tengah ketatnya persaingan ganda putra Indonesia.(*)

