Jakarta, Semangatnews.com – Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, menjadi satu-satunya pemain naturalisasi yang terbebas dari polemik besar terkait masalah paspor di Liga Belanda. Situasi ini terjadi di tengah ramainya kasus administrasi yang menimpa sejumlah pemain Indonesia di Eredivisie.
Kasus yang dikenal dengan sebutan “pasporgate” membuat beberapa pemain Indonesia harus menepi sementara dari aktivitas klub. Permasalahan ini berkaitan dengan perubahan status kewarganegaraan dan regulasi pemain non-Uni Eropa.
Namun di tengah kekacauan tersebut, Paes justru berada dalam posisi aman. Hal ini tidak lepas dari langkah cepat dan cermat klubnya, Ajax Amsterdam, dalam mengurus seluruh aspek administrasi sejak awal.
Ajax diketahui telah menyelesaikan seluruh proses izin kerja dan dokumen hukum yang diperlukan bagi Paes. Langkah ini membuat status sang kiper tidak bermasalah sejak awal bergabung dengan klub.
Berbeda dengan pemain lain yang baru menghadapi persoalan setelah kompetisi berjalan, Ajax sudah lebih dulu mengantisipasi potensi risiko administratif. Pendekatan proaktif ini menjadi kunci utama.
Paes sendiri resmi bergabung dengan Ajax pada awal 2026 setelah sebelumnya bermain di Major League Soccer bersama FC Dallas. Kedatangannya sempat tertunda akibat proses administrasi yang harus diselesaikan.
Klub asal Amsterdam itu bahkan sempat menahan Paes untuk tidak langsung bermain sebelum seluruh dokumen dinyatakan lengkap. Keputusan ini diambil demi menghindari potensi pelanggaran regulasi.
Langkah tersebut terbukti tepat ketika kasus paspor mulai mencuat di Liga Belanda. Sejumlah klub lain terpaksa menonaktifkan pemain mereka karena status yang belum jelas.
Kasus ini bermula dari laporan terkait pemain naturalisasi yang diduga tidak memenuhi syarat sebagai pemain non-Uni Eropa. Regulasi ketat soal izin kerja dan gaji minimum menjadi sorotan utama.
Akibatnya, beberapa pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Belanda harus absen dari pertandingan dan latihan. Situasi ini tentu berdampak pada perkembangan karier mereka di Eropa.
Sementara itu, Paes justru tetap bisa fokus pada performa bersama Ajax tanpa terganggu masalah administratif. Ia bahkan diproyeksikan kembali tampil dalam pertandingan penting setelah jeda internasional.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi klub dan pemain terkait pentingnya kesiapan administrasi di level internasional. Ketelitian dan langkah cepat terbukti menjadi faktor penentu dalam menghindari masalah hukum di dunia sepak bola profesional.(*)

