Jakarta, Semangatnews.com – Ketegangan diplomatik kembali memanas menjelang perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran setelah Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, melontarkan pernyataan keras terhadap Israel.
Dalam unggahan di media sosial, Asif menyebut Israel sebagai “kanker” dan “kutukan bagi kemanusiaan”. Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam sebelum dimulainya perundingan damai penting di Islamabad.
Komentar tersebut langsung memicu reaksi keras dari pemerintah Israel. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengecam pernyataan itu sebagai tidak pantas dan berpotensi merusak proses diplomasi.
Israel menilai pernyataan tersebut bersifat provokatif, terutama karena Pakistan berperan sebagai mediator dalam upaya perdamaian antara AS dan Iran.
Di sisi lain, Asif dikenal sebagai salah satu pejabat Pakistan yang vokal mengkritik kebijakan Israel, terutama terkait konflik di Gaza dan Lebanon.
Ia juga menyinggung operasi militer Israel yang disebut telah menimbulkan banyak korban sipil di berbagai wilayah konflik.
Pernyataan ini muncul di tengah situasi yang sangat sensitif, di mana perundingan damai antara AS dan Iran tengah berlangsung untuk meredakan ketegangan kawasan.
Pakistan sendiri sebelumnya dipuji atas perannya dalam memediasi gencatan senjata antara kedua negara, yang disebut sebagai terobosan diplomatik penting.
Namun, komentar Asif dinilai berpotensi mengganggu posisi netral Pakistan sebagai mediator dalam proses tersebut.
Sejumlah pengamat menilai bahwa retorika keras seperti ini dapat memperumit upaya diplomasi yang sudah berjalan.
Meski demikian, perundingan damai tetap dijadwalkan berlangsung dengan harapan mampu meredakan konflik yang telah berdampak luas di kawasan Timur Tengah.(*)

