Semangatnews,Pariaman-Berada tepat di bibir Samudera Indonesia, maka Desa Padang Biriak Biriak, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman rentan bencana. Karena itu pemerintahan desa menyiapkan masyarakatnya untuk selalu siaga terhadap bencana, terutama dari bencana gempa bumi dan bencana tsunami.
Menurut Kepala Desa Padang Biriak Biriak Devi Delwanri, di desanya dilatih Tagana (tenaga siaga bencana) yang wujudnya berupa kelompok tangguh bencana dan kelompok siaga bencana. Kelompok ini selain dilatih kemampuannya, juga dibantu peralatan siaga bencana dari Pemko Pariaman.
“Dengan bantuan dana desa, kami dapat mengembangkan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk kelompok siaga bencana dan keterampilan generasi muda,” kata Kades Devi Delwanri di hadapan Tim Penilai Kompetensi dan Transparansi Dana Desa 2018, Senin (17/12).
Ke depan, kata Kades Devi Delwanri, kelompok siaga bencana ini terus meluaskan kemampuannya kepada masyarakat, sehingga terjadi pengurangan resiko bencana. Alhamdulilah, KSB Padang Biriak Biriak berhasil pula juara pertama dalam Lomba Pengurangan Resiko Bencana oleh BPBD Kota Pariaman.
Penggunaan dana desa di Padang Biriak Biriak sejauh ini masih fokus pada pembangunan, sisanya baru pada bidang pemberdayaan. Tahun 2018, Padang Biriak Biriak mendapatkan dana desa dari APBN sebesar Rp737 juta yang digunakan Rp653 juta untuk pembangunan.
Sebagai bentuk transparansi penggunaan dana desa, Kepala Desa beserta perangkatnya selalu terbuka terhadap informasi dana desa, misalnya melalui papan baliho, selebaran, papan informasi desa, media sosial dan memanfaatkan kearifan lokal berupa media pertemuan di mesjid dan ciloteh lapau.
“Di lapau kami layani menjawab pertanyaan masyarakat tentang dana deaa,” kata Kades, yang didampingi oleh Kadis Pemberdayaan Masyarakat Kota Pariaman, Effendi Djamal.
Salah satu program inovasi di desa ini adalah menggerakkan Maghrib Mengaji yang dituangkan dalam Peraturan Desa. Kegiatan ini ramai setiap kali dilaksanakan. Bagi warga yang keluarganya tiga kali tidak mengikuti, maka diberi sanksi dengan tidak dihadirinya alek baik dan alek buruk dari keluarga tersebut.
Kegiatan lain yang akan dikembangkan Padang Biriak Biriak adalah mengembangkan destinasi wisata yang Islami. Rencana yang akan ditampung dana desa ini adalah memanfaatkan wilayah pantai dengan pasirnya yang putih sebagai daya tarik wisata.
Tim Penilai Kompetensi dan Transparansi na Desa 2018 Sumbar yang datang ke Desa Padang Biriak Biriak adalah Penanggungjawab Drs. Syafrizal Ucok,MM, Ketua Tim Drs. Rusdi Lubis,Msi, Anggota Tim Zulnadi SH (PWI), Gusfen Khairul (PWI), Khairul Anwar SH,MH (Konsultan Pendamping Wilayah) dan Drs. Akral (Staf DPMD Sumbar).
