Padang Panjang, Semangatnews.com – Pemerintah Kota Padang Panjang terus memperkuat akurasi data sosial sebagai fondasi utama dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat melalui optimalisasi pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2026.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Sosial PPKBPPPA, Kamis (15/4), dengan melibatkan berbagai unsur terkait mulai dari tingkat kota hingga kelurahan.
Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA, Winarno, menegaskan bahwa validitas data menjadi faktor penentu keberhasilan program bantuan sosial agar benar-benar tepat sasaran.
Menurutnya, kesalahan data dapat berdampak langsung pada ketidaktepatan penyaluran bantuan, sehingga diperlukan ketelitian dan integritas tinggi dari seluruh petugas di lapangan.
“Data yang akurat akan memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kesamaan pemahaman teknis antarpetugas dalam proses pemutakhiran data agar tidak terjadi perbedaan interpretasi di lapangan.
Dalam rapat tersebut, juga dibahas inovasi pemasangan stiker bagi keluarga penerima bantuan sebagai bentuk transparansi sekaligus sarana kontrol sosial di tengah masyarakat.
Melalui langkah ini, masyarakat diharapkan dapat turut berperan aktif dalam mengawasi dan memastikan data yang digunakan benar-benar sesuai kondisi riil.
Perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang Panjang turut memberikan pemaparan terkait metode pengolahan data berbasis desil yang menjadi acuan dalam DTSEN.
Pendekatan ini dinilai penting untuk memetakan tingkat kesejahteraan masyarakat secara lebih akurat dan terukur.
Peserta rapat yang terdiri dari lurah, operator data, pendamping sosial, hingga pekerja sosial masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kualitas data secara berkelanjutan.
Dengan penguatan sistem data ini, Pemko optimistis program penanggulangan kemiskinan di Padang Panjang dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.(eti)

