Selamat Jalan Bung Zulmansyah Sekedang, Teruslah ke Syurganya Allah
SEMANGATNEWS.COM- Tergerak saja hati ini untuk mengambil hp dan melihat pesan sepertiga malam, Sabtu, 18 April 2026. Kebiasaan bangun malam adalah langsung ke kamar mandi untuk bersih bersih berwuduk menunaikan sholat sunat. Hp baru saya periksa setelah shalat subuh berjemaah di Masjid.
Tapi kali ini entah kenapa tergerak saja hati mengambil hp dan membaca WhatsApp.
WhatsApp pertama yang saya baca adalah dari Eko Yanche Edrie. Rupanya Eko lebih awal mengetahui kepergian Zulmansyah Sekedang,Sekjen PWI Pusat yang meninggal sekitar pukul 00.05 di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta.
Tidak cukup lihat WhatsApp dari Eko, saya juga membaca WA di Warga PWI, SMSI Pusat dan lainnya. Isinya sama.Berita tentang kepergian Zulmansyah telah beredar di berbagai media seraya menyampaikan rasa duka dan mendoakan yang terbaik untuk almarhum. Saya juga di Japri Ahmad Zulkani tentang kabar meninggalnya Zulmansyah. Innalilahi wa innailaihi rojiun.
Saya dengan Zulmansyah Sekedang tidak begitu akrab tetapi kenal. Pertemuan biasanya diacara resmi PWI atau SMSI di berbagai daerah.
Dia memanggil saya Uda dengan senyum manis selalu menyapa saya. Terkadang ngobrol singkat yang ketika itu sedang hangat hangatnya kemelut di PWI Sumbar.
Ketika saya punya hajatan resepsi pernikahan anak saya Rahmiza Hanum, dua tahun lalu, Zulmansyah mengirim ucapan selamat berupa karangan bunga. Ketika itu dia adalah Ketum PWI Pusat hasil Kongres Luar Biasa.
Kesibukan dia sebagai Sekum PWI saya jarang ketemu. Apalagi link untuk itu tidak ada karena saya tidak duduk dalam posisi apapun di PWI Sumbar lima tahun belakangan.
Sebenarnya ketika HPN di Banten adalah momen untuk bersua, tapi sekali lagi, sama sama sibuk. Zulmansyah sibuk penjaga gawang suksesnya hpn, sedang saya padat dengan sejumlah agenda SMSI yang diagendakan Lesman Bangun Ketua SMSI provinsi Banten selaku tuan rumah.
Kabar kepergian Zulmansyah adalah mengejutkan kita semua, apalagi dia tetap aktif tanpa keluhan sehari menjelang dijemput. Datang dan pergi adalah sunatullah. Tak ada yang tahu kapan kita dipanggil Sang Khalik. Itulah rahasia dan kita siap menunggu giliran.Silakan duluan Bung Zulmansyah, kamipun akan menyusul. Selamat jalan, teruslah ke syurganya Allah.**

