Jakarta, Semangatnews.com – Kekecewaan mendalam dirasakan Diego Simeone setelah Atletico Madrid gagal meraih gelar juara Copa del Rey musim 2025/2026. Kekalahan dramatis di partai final menjadi pukulan berat bagi pelatih asal Argentina tersebut.
Dalam laga puncak, Atletico harus mengakui keunggulan Real Sociedad lewat adu penalti setelah bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu.
Hasil tersebut membuat Simeone mengaku sangat terpukul. Ia menilai kekalahan ini terasa menyakitkan karena timnya sudah berjuang maksimal sepanjang pertandingan.
Menurutnya, di level kompetisi tertinggi seperti ini, kemenangan adalah hal yang wajib diraih. Kegagalan mengangkat trofi menjadi sesuatu yang sulit diterima.
Simeone juga menyoroti banyaknya peluang yang gagal dimaksimalkan oleh anak asuhnya. Ia menilai ketajaman lini depan menjadi faktor utama yang membedakan hasil akhir.
Padahal, Atletico sempat menunjukkan semangat juang tinggi dengan mampu bangkit dan menyamakan kedudukan di waktu normal. Namun, keberuntungan tidak berpihak saat adu penalti.
Kegagalan dua eksekutor awal dalam babak tos-tosan menjadi titik balik yang menentukan kekalahan. Sementara lawan tampil lebih tenang dalam momen krusial tersebut.
Simeone pun mengaku belum bisa langsung melupakan hasil pahit ini. Bahkan, ia menyebut belum siap memikirkan laga berikutnya karena rasa kecewa masih begitu terasa.
Ia juga menyampaikan empati kepada para suporter yang telah memberikan dukungan penuh. Kekalahan di final tentu menjadi pukulan emosional bagi seluruh pihak.
Meski demikian, Simeone menegaskan timnya harus segera bangkit. Masih ada kompetisi lain yang harus diperjuangkan, termasuk di level Eropa.
Kegagalan ini menjadi pengingat bahwa detail kecil dalam pertandingan besar bisa menentukan segalanya. Atletico kini dituntut untuk belajar dari pengalaman pahit tersebut.
Ke depan, Simeone berharap timnya bisa kembali lebih kuat dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di momen penting.(*)

