Jakarta, Semangatnews.com – Sosok ilmuwan muda dari Institut Teknologi Bandung, Grandprix Thomryes Marth Kadja, kembali menjadi sorotan publik setelah kisah inspiratifnya mencuat. Ia berhasil meraih gelar doktor di usia 24 tahun, sebuah pencapaian luar biasa di dunia akademik.
Prestasi tersebut menjadikannya salah satu doktor termuda di Indonesia. Tidak hanya itu, ia juga dikenal sebagai ilmuwan yang masuk dalam daftar top 2 persen ilmuwan dunia versi Elsevier dan Stanford University.
Kesuksesan Grandprix tidak diraih secara instan. Ia menjalani perjalanan akademik panjang dengan konsistensi tinggi dalam riset dan publikasi ilmiah di bidang nanomaterial.
Di balik pencapaiannya, ada satu kebiasaan yang ia anggap sangat penting, yakni membaca buku. Menurutnya, buku menjadi fondasi utama dalam membangun kapasitas intelektual seseorang.
Ia menegaskan bahwa kemampuan menulis dan berpikir kritis tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan membaca. Proses membaca membantu seseorang memahami berbagai perspektif dan membangun argumen yang kuat.
Sejak kecil, Grandprix sudah terbiasa membaca berbagai jenis buku, mulai dari sains hingga bacaan ringan. Kebiasaan ini membentuk pola pikir analitis yang kemudian mendukung karier akademiknya.
Menurutnya, membaca bukan sekadar mengumpulkan informasi, tetapi juga memahami cara berpikir penulis. Hal ini penting untuk mengembangkan kemampuan analisis dan sintesis ide.
Di tengah era digital yang serba cepat, ia menilai buku tetap memiliki keunggulan karena mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan informasi singkat.
Grandprix juga mengingatkan bahwa budaya membaca harus terus dijaga, terutama di lingkungan akademik. Hal ini menjadi kunci dalam membangun kualitas penelitian dan inovasi.
Ia pun membagikan sejumlah buku favorit yang memengaruhi cara berpikirnya, di antaranya The Art of War dan Atomic Habits.
Kisahnya menjadi inspirasi bahwa kesuksesan di dunia akademik tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kebiasaan sederhana seperti membaca yang dilakukan secara konsisten.(*)

