China Mulai Ditinggalkan, India Jadi Magnet Baru Industri Global

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Gelombang pergeseran industri global mulai terlihat semakin nyata pada 2026. Sejumlah perusahaan besar dunia perlahan mengurangi ketergantungan mereka pada China sebagai pusat manufaktur utama.

Fenomena ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari ketegangan geopolitik hingga meningkatnya biaya produksi di Negeri Tirai Bambu.

Dalam perkembangan terbaru, India muncul sebagai salah satu negara tujuan utama relokasi industri global.

Negara tersebut dinilai menawarkan kombinasi menarik berupa tenaga kerja besar, biaya lebih rendah, serta dukungan kebijakan pemerintah.

Bahkan, sektor manufaktur elektronik India mencatat nilai produksi hingga 125 miliar dolar AS dalam periode yang berakhir Maret 2025.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan pesat sekaligus sinyal kuat bahwa India mulai mengambil peran penting dalam rantai pasok global.

Selain India, beberapa negara lain seperti Vietnam dan Malaysia juga mulai dilirik sebagai alternatif basis produksi.

Perusahaan global kini mengadopsi strategi “China Plus One”, yakni tetap mempertahankan sebagian produksi di China sambil memperluas ke negara lain.

Langkah ini bertujuan mengurangi risiko akibat kebijakan tarif, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok.

Meski demikian, China masih dianggap sulit sepenuhnya digantikan karena ekosistem industrinya yang sangat matang.

Banyak perusahaan masih bergantung pada komponen dan bahan baku dari China meskipun produksi akhir dilakukan di negara lain.

Perubahan ini menandai transformasi besar dalam peta ekonomi global, di mana dominasi China mulai mendapat tantangan serius dari negara berkembang lainnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.