Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan pasar saham Indonesia dalam sepekan terakhir menunjukkan tekanan signifikan setelah Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami pelemahan.
Penurunan ini dipicu oleh kombinasi sentimen global dan domestik yang memengaruhi kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.
Salah satu faktor utama berasal dari ketidakpastian global, termasuk ketegangan geopolitik yang mendorong investor cenderung mencari aset yang lebih aman.
Selain itu, kebijakan suku bunga global yang masih tinggi turut menekan arus modal ke negara berkembang seperti Indonesia.
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell dalam beberapa hari perdagangan, yang memperburuk tekanan pada IHSG.
Aksi jual tersebut terutama terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang indeks.
Di sisi domestik, pelaku pasar juga mencermati perkembangan ekonomi nasional, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah.
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu faktor yang menambah kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasar.
Meski demikian, beberapa sektor masih menunjukkan ketahanan, seperti sektor energi dan komoditas yang mendapat dukungan dari harga global.
Analis menilai bahwa kondisi ini masih bersifat jangka pendek dan dipengaruhi oleh sentimen eksternal yang kuat.
Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan akan sangat bergantung pada perkembangan global serta kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah dan bank sentral.(*)

