Jakarta, Semangatnews.com – Banjir kembali melumpuhkan aktivitas warga di kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat, pada Selasa sore. Genangan air yang belum juga surut membuat arus lalu lintas tersendat dan memicu kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan utama.
Genangan air terpantau masih merendam persimpangan Jalan Kembangan Selatan dengan ketinggian mencapai sekitar 30 hingga 40 sentimeter. Kondisi ini membuat kendaraan harus melaju sangat pelan bahkan bergantian melintasi titik banjir.
Kemacetan paling parah terjadi di jalur menuju Cengkareng. Antrean kendaraan mengular cukup panjang, disertai suara klakson yang bersahutan akibat padatnya arus lalu lintas di lokasi terdampak.
Petugas gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP terlihat berjaga di lokasi untuk mengatur arus kendaraan. Mereka berupaya mengurai kepadatan agar tidak semakin parah di jam sibuk sore hari.
Selain mengatur lalu lintas, pemerintah setempat juga mengerahkan sejumlah truk tangki untuk menyedot genangan air. Langkah ini dilakukan guna mempercepat proses surutnya banjir yang menghambat mobilitas warga.
Banjir diduga terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak malam sebelumnya. Air dari saluran drainase yang tidak mampu menampung debit tinggi akhirnya meluap ke jalan raya.
Seorang warga setempat menyebut air mulai naik sejak dini hari dan terus bertahan hingga sore. Bahkan, sebagian genangan sempat masuk ke permukiman warga di sekitar lokasi.
Warga juga mengeluhkan adanya hambatan aliran air yang membuat genangan sulit surut. Kondisi ini dinilai memperparah dampak banjir yang hampir setiap kali terjadi saat hujan deras.
Tidak hanya mobil, sejumlah sepeda motor juga mengalami kendala saat melintasi genangan. Banyak pengendara memilih memutar arah untuk menghindari titik banjir yang cukup dalam.
Situasi ini menyebabkan waktu tempuh perjalanan menjadi jauh lebih lama dari biasanya. Aktivitas masyarakat, termasuk pekerja yang pulang kantor, turut terganggu akibat kondisi tersebut.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi sistem drainase di kawasan tersebut agar kejadian serupa tidak terus berulang, terutama saat intensitas hujan tinggi melanda ibu kota.(*)

