Intelijen AS Soroti Peran Mojtaba Khamenei, Disebut Kendalikan Strategi Perang Iran dari Balik Layar

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Badan intelijen Amerika Serikat mengungkap hasil pengintaian terbaru terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Putra mendiang Ali Khamenei itu disebut memainkan peran penting dalam mengendalikan strategi perang Iran meski jarang muncul di hadapan publik sejak konflik besar pecah beberapa bulan terakhir.

Laporan intelijen AS menyebut Mojtaba tetap aktif terlibat dalam pengambilan keputusan strategis bersama pejabat senior Iran. Ia disebut ikut menentukan arah operasi militer dan jalannya negosiasi diplomatik dengan Amerika Serikat di tengah situasi perang yang belum sepenuhnya mereda.

Menurut sumber yang mengetahui laporan tersebut, Mojtaba masih menjalani pemulihan akibat luka bakar dan cedera serpihan peluru yang dialaminya saat serangan besar menghantam Teheran pada awal perang 2026. Kondisi itu membuatnya belum tampil secara terbuka di depan publik internasional.

Meski demikian, aparat intelijen AS meyakini Mojtaba tetap memimpin komunikasi strategis melalui utusan terpercaya dan pertemuan terbatas. Ia disebut sengaja menghindari penggunaan perangkat elektronik untuk mencegah pelacakan lokasi oleh musuh.

Nama Mojtaba Khamenei sendiri menjadi sorotan global setelah kematian ayahnya, Ali Khamenei, dalam serangan udara gabungan AS dan Israel pada Februari 2026. Setelah itu, Iran menunjuk Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi baru di tengah situasi perang dan kekacauan politik internal.

Namun, sejumlah analis menilai kekuasaan Mojtaba tidak sekuat ayahnya. Pengaruh besar justru disebut mulai bergeser ke kelompok jenderal Garda Revolusi Iran yang semakin dominan sejak perang berlangsung.

Laporan media internasional menyebut para petinggi militer Iran kini memegang peranan besar dalam pengambilan keputusan negara. Mojtaba dinilai lebih banyak berfungsi sebagai simbol kepemimpinan dan mediator di antara elite keamanan Iran.

Meski belum tampil langsung, beberapa pesan tertulis Mojtaba tetap disiarkan media pemerintah Iran dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Iran juga terus menegaskan kondisi kesehatan sang pemimpin terus membaik dan tetap mengendalikan pemerintahan.

Intelijen AS juga menilai kemampuan militer Iran memang melemah akibat serangan besar yang berlangsung sejak awal tahun. Namun sejumlah fasilitas peluncur rudal dan jaringan militer strategis Iran disebut masih aktif dan beroperasi.

Situasi tersebut membuat Washington terus memantau dinamika politik internal Iran, terutama hubungan antara Mojtaba Khamenei dan Garda Revolusi Iran. Hubungan keduanya dianggap menjadi kunci arah kebijakan Iran pascaperang.

Di tengah ketidakpastian tersebut, sosok Mojtaba Khamenei kini menjadi salah satu figur paling misterius di Timur Tengah. Meski jarang terlihat, pengaruhnya diyakini tetap besar dalam menentukan arah strategi perang dan masa depan politik Iran setelah konflik besar 2026.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.