SMAN 1 Pontianak Pilih Legawa, Tolak Final Ulang LCC dan Dukung Rival ke Nasional

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat memasuki babak baru setelah SMAN 1 Pontianak resmi menyatakan tidak akan mengikuti final ulang yang sebelumnya diwacanakan oleh MPR RI. Sikap tersebut diumumkan langsung pihak sekolah melalui pernyataan resmi pada Kamis.

Keputusan itu cukup mengejutkan publik karena sebelumnya polemik penilaian juri dalam final LCC sempat viral di media sosial. Banyak warganet menilai tim SMAN 1 Pontianak dirugikan setelah jawaban mereka dianggap salah oleh dewan juri.

Meski menjadi pusat perhatian nasional, pihak sekolah memilih mengambil sikap tenang. Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, menegaskan bahwa sekolah tetap menghormati hasil lomba yang telah diputuskan panitia penyelenggara.

Dalam pernyataannya, sekolah juga menegaskan bahwa sejak awal mereka tidak pernah berniat membatalkan hasil perlombaan. Langkah protes yang dilakukan disebut hanya untuk meminta klarifikasi terkait proses penilaian yang dianggap menimbulkan pertanyaan.

SMAN 1 Pontianak bahkan menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas yang telah ditetapkan sebagai wakil Kalimantan Barat pada ajang LCC tingkat nasional. Sikap tersebut mendapat banyak apresiasi dari masyarakat karena dinilai menunjukkan sportivitas dan kedewasaan.

Pihak sekolah juga memastikan tidak akan ikut serta apabila MPR RI benar-benar menggelar final ulang. Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa mereka memilih mengakhiri polemik dengan cara damai dan elegan.

Kontroversi sebelumnya muncul setelah video final LCC tersebar luas di media sosial. Dalam tayangan tersebut, terjadi perdebatan antara peserta dan juri terkait jawaban yang dianggap benar namun kemudian dianulir.

Kasus itu memicu kritik publik terhadap proses penjurian. Banyak pihak menilai mekanisme penilaian dalam lomba tersebut perlu dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani sebelumnya sempat menyampaikan bahwa final LCC Kalbar akan diulang demi menjaga objektivitas dan kepercayaan publik terhadap kompetisi tersebut. Namun keputusan SMAN 1 Pontianak untuk mundur membuat situasi berubah.

Di tengah sorotan nasional, pihak sekolah juga meminta seluruh pihak menjaga suasana pendidikan tetap kondusif. Mereka berharap polemik ini tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang justru merugikan siswa.

Sikap legawa yang ditunjukkan SMAN 1 Pontianak kini menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak masyarakat menilai keputusan mendukung SMAN 1 Sambas justru memperlihatkan nilai persatuan dan sportivitas yang sejalan dengan semangat Empat Pilar kebangsaan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.