Jakarta, Semangatnews.com – Keberhasilan pelatih anyar Inter Milan Cristian Chivu membawa timnya meraih gelar Coppa Italia 2026 ternyata tidak sepenuhnya disambut pujian. Di tengah euforia kemenangan Nerazzurri, kritik justru datang dari Ketua Senat Italia Ignazio La Russa yang dikenal sebagai pendukung fanatik Inter Milan.
Inter Milan sukses menaklukkan Lazio dengan skor 2-0 pada final Coppa Italia yang digelar di Stadion Olimpico, Roma. Kemenangan tersebut memastikan Inter meraih gelar ganda domestik setelah sebelumnya juga menjuarai Serie A musim ini.
Gol kemenangan Inter tercipta lewat gol bunuh diri Adam Marusic dan tambahan gol Lautaro Martinez. Sejak awal pertandingan, skuad asuhan Chivu tampil dominan dan mampu mengontrol jalannya laga dengan sangat baik.
Meski berhasil mempersembahkan trofi, Ignazio La Russa justru melontarkan kritik terhadap pendekatan permainan Chivu. Ia menilai Inter seharusnya bisa tampil lebih agresif dan menghibur mengingat kualitas pemain yang dimiliki musim ini. (bola.kompas.com)
Komentar tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan suporter Inter. Banyak fans menilai kritik itu tidak tepat karena Chivu justru berhasil membawa Inter tampil konsisten sepanjang musim dan meraih dua trofi penting.
Cristian Chivu sendiri menjalani musim luar biasa sebagai pelatih kepala Inter Milan. Mantan bek asal Rumania itu baru menjalani musim penuh pertamanya menangani tim senior namun langsung menghadirkan kesuksesan besar.
Keberhasilan Chivu bahkan mulai dibandingkan dengan era Jose Mourinho yang pernah membawa Inter meraih treble winner pada 2010. Media-media Italia menilai Chivu berhasil menghidupkan kembali mental juara di skuad Nerazzurri.
Usai pertandingan final, Chivu mengaku bangga dengan pencapaian timnya musim ini. Ia menegaskan gelar Serie A dan Coppa Italia merupakan hasil kerja keras seluruh pemain sepanjang musim kompetisi.
Lautaro Martinez juga memberikan pujian besar kepada sang pelatih. Kapten Inter itu menyebut Chivu berhasil menciptakan suasana positif di ruang ganti dan menjaga konsistensi performa tim hingga akhir musim.
Di sisi lain, kritik dari Ketua Senat Italia justru membuat dukungan publik kepada Chivu semakin besar. Banyak pengamat menilai pelatih berusia 45 tahun itu layak mendapat apresiasi penuh atas transformasi cepat yang ia lakukan di Inter Milan.
Dengan dua trofi domestik sudah berada di tangan, Cristian Chivu kini mulai dipandang sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa. Musim debutnya bersama Inter Milan pun berubah menjadi kisah sukses yang sulit diabaikan.(*)

