AS Longgarkan Blokade Hormuz, Tiga Tanker China Bermuatan Minyak Iran Diizinkan Lewat

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Amerika Serikat dilaporkan mengizinkan tiga kapal tanker China yang membawa minyak Iran keluar dari Selat Hormuz di tengah ketegangan besar kawasan Timur Tengah. Keputusan tersebut langsung memicu perhatian dunia karena dinilai bertolak belakang dengan kebijakan blokade yang sebelumnya diterapkan Washington terhadap Iran.

Informasi itu dikonfirmasi langsung Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam wawancara bersama media Fox News. Trump menyebut kapal-kapal tanker tersebut memang sengaja diizinkan melintas oleh Angkatan Laut AS.

Langkah Washington dianggap mengejutkan karena sebelumnya Amerika Serikat memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal yang terkait perdagangan minyak Iran. Bahkan beberapa kapal tanker sempat dicegat dan dialihkan oleh militer AS dalam beberapa pekan terakhir.

Selat Hormuz sendiri menjadi jalur paling strategis bagi distribusi minyak dunia. Dalam kondisi normal, hampir seperlima pasokan minyak dan gas global melewati perairan sempit tersebut setiap harinya.

Keputusan memberikan izin kepada kapal China disebut berkaitan dengan upaya diplomasi menjelang pertemuan Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Hubungan ekonomi dan energi menjadi salah satu agenda penting pembicaraan kedua negara besar itu.

Iran sebelumnya juga telah memberikan izin khusus bagi sejumlah kapal China untuk melintasi Selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Islam Iran menyebut kesepakatan tertentu dilakukan demi menjaga stabilitas jalur perdagangan energi.

Media pemerintah Iran melaporkan lebih dari 30 kapal telah memperoleh izin melintas sejak ketegangan meningkat. Namun tidak seluruh kapal disebut membawa minyak Iran secara langsung.

Pengamat geopolitik menilai langkah Amerika Serikat menunjukkan adanya kompromi pragmatis di tengah konflik yang terus berlangsung. Washington dinilai berusaha menjaga hubungan dengan Beijing tanpa sepenuhnya melepas tekanan terhadap Teheran.

Di sisi lain, keputusan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi kebijakan blokade laut Amerika Serikat. Sejumlah analis menilai pengecualian terhadap kapal China dapat memicu kritik dari sekutu Washington di Timur Tengah.

Pasar energi global ikut mencermati perkembangan tersebut karena Selat Hormuz masih menjadi titik paling sensitif dalam rantai distribusi minyak dunia. Gangguan kecil saja di wilayah itu dapat memicu lonjakan harga energi internasional.

Meski demikian, keputusan AS mengizinkan kapal tanker China keluar dari Selat Hormuz untuk sementara dianggap mampu meredakan ketegangan perdagangan energi dunia. Banyak pihak berharap jalur vital tersebut tetap terbuka agar krisis ekonomi global tidak semakin memburuk.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.