AHY Warning Harga Tiket Pesawat Bisa Naik, Dampak Perang Mulai Tekan Sektor Penerbangan

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan atau AHY mengungkap potensi kenaikan harga tiket pesawat domestik di tengah meningkatnya tekanan geopolitik global. Menurutnya, situasi perang dan konflik internasional mulai berdampak langsung terhadap sektor energi dan transportasi udara.

AHY menjelaskan lonjakan harga energi dunia menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi biaya operasional maskapai penerbangan. Kenaikan harga avtur disebut memberi tekanan besar terhadap industri penerbangan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY kepada wartawan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2026). Ia menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global yang masih belum stabil akibat konflik di sejumlah kawasan dunia.

“Inilah yang harus kita hadapi bersama karena dunia masih terus dalam tekanan perang dan geopolitik,” ujar AHY saat menjelaskan dampak kenaikan harga energi terhadap sektor penerbangan nasional.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah membuka peluang penyesuaian fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar untuk penerbangan domestik kelas ekonomi. Kebijakan itu dinilai perlu dilakukan untuk menjaga keberlangsungan operasional maskapai.

Sejumlah pengamat bahkan memperkirakan harga tiket pesawat domestik bisa naik cukup signifikan jika konflik global terus berlanjut. Ada prediksi kenaikan tiket mencapai 30 hingga 50 persen akibat lonjakan biaya bahan bakar penerbangan.

Kondisi tersebut mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama menjelang periode liburan dan peningkatan mobilitas penumpang dalam negeri. Banyak warga khawatir biaya perjalanan udara menjadi semakin mahal.

Meski begitu, AHY memastikan pemerintah akan berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan maskapai dan kemampuan masyarakat membeli tiket pesawat. Pemerintah disebut tidak ingin kenaikan tarif memberatkan penumpang secara berlebihan.

Di sisi lain, tekanan geopolitik global juga mulai berdampak pada berbagai sektor ekonomi dunia. Konflik di Timur Tengah disebut memicu kenaikan harga minyak dan bahan bakar di pasar internasional.

Pengamat penerbangan menilai maskapai saat ini berada dalam posisi sulit karena harus menghadapi lonjakan biaya operasional sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Jika harga avtur terus naik, penyesuaian tarif dinilai sulit dihindari.

Pemerintah berharap situasi global segera membaik agar tekanan terhadap harga energi dapat mereda. Dengan kondisi yang lebih stabil, industri penerbangan nasional diharapkan mampu menjaga tarif tiket tetap terjangkau bagi masyarakat luas.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.