Jakarta, Semangatnews.com – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan menggelar pertemuan penting di Beijing dengan agenda utama membahas proyek pipa gas raksasa yang akan menghubungkan Rusia dengan China. Proyek energi tersebut dinilai menjadi salah satu kerja sama strategis terbesar kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
Pembahasan utama diperkirakan berfokus pada proyek Power of Siberia 2, jalur pipa gas baru yang dirancang mengalirkan gas alam Rusia ke wilayah China melalui Mongolia. Proyek ini disebut akan memperkuat hubungan energi antara Moskow dan Beijing.
Kunjungan Putin ke China dilakukan hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyelesaikan lawatan diplomatiknya ke Beijing. Pertemuan Putin dan Xi pun mendapat perhatian besar dari dunia internasional.
Rusia disebut ingin mempercepat realisasi proyek tersebut di tengah tekanan ekonomi akibat sanksi Barat dan menurunnya ekspor energi ke Eropa. China kini menjadi pasar energi paling penting bagi Moskow sejak perang Ukraina berlangsung.
Menurut laporan Bloomberg, Kremlin berharap kondisi pasar energi global yang sedang bergejolak membuat China lebih fleksibel dalam negosiasi harga gas. Rusia juga disebut telah menawarkan skema harga khusus agar proyek segera disetujui Beijing.
Power of Siberia 2 diproyeksikan mampu menyalurkan hingga 50 miliar meter kubik gas per tahun dari Siberia Barat menuju China. Jalur tersebut nantinya akan menjadi salah satu pipa gas terbesar di Asia.
Meski begitu, negosiasi proyek masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait harga gas dan pembagian keuntungan jangka panjang. China disebut masih berhati-hati karena memiliki banyak alternatif pasokan energi dari Asia Tengah dan LNG global.
Hubungan Rusia dan China sendiri terus berkembang sejak Moskow menghadapi isolasi dari negara-negara Barat. Xi Jinping dan Putin beberapa kali menegaskan kemitraan strategis kedua negara berada pada level tertinggi dalam sejarah modern.
Selain energi, kedua pemimpin juga diperkirakan membahas kerja sama pertahanan, perdagangan, dan situasi geopolitik global. Kremlin menyebut hasil pertemuan akan dituangkan dalam deklarasi bersama Rusia-China.
Pengamat internasional menilai proyek pipa gas baru ini bukan sekadar kerja sama ekonomi, tetapi juga simbol semakin eratnya poros Rusia-China di tengah rivalitas dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Jika kesepakatan berhasil dicapai, proyek Power of Siberia 2 diperkirakan akan mengubah peta energi global sekaligus memperkuat posisi China sebagai pembeli utama gas Rusia dalam beberapa dekade mendatang.(*)

