Putin dan Xi Jinping Kompak Peringatkan Dunia, “Hukum Rimba” Mengancam Global

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping kompak melontarkan peringatan keras soal arah dunia yang dinilai semakin berbahaya. Dalam pertemuan tingkat tinggi di Beijing, keduanya menilai dunia sedang bergerak menuju “hukum rimba” akibat meningkatnya konflik geopolitik dan dominasi kekuatan tertentu.

Pertemuan Putin dan Xi berlangsung hanya beberapa hari setelah kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing. Momentum tersebut membuat pertemuan Rusia-China dipandang sebagai sinyal kuat terbentuknya poros baru untuk menantang dominasi Barat.

Dalam pernyataan bersama, kedua negara mengkritik kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang disebut memperburuk stabilitas global. Mereka menuding praktik unilateralisme dan tekanan militer berisiko memecah komunitas internasional.

Xi Jinping secara khusus memperingatkan bahwa konflik yang terus meluas di Timur Tengah dapat memicu kekacauan global. Ia menilai perang dan rivalitas kekuatan besar bisa membuat dunia kembali pada situasi di mana negara kuat mendominasi pihak yang lebih lemah.

Sementara itu, Putin menyebut hubungan Rusia dan China kini berada pada level tertinggi dalam sejarah modern kedua negara. Ia menegaskan Moskow akan terus menjadi pemasok energi utama bagi Beijing di tengah krisis global yang belum mereda.

Kedua pemimpin juga menandatangani puluhan dokumen kerja sama baru yang mencakup sektor perdagangan, teknologi, energi, media, hingga kecerdasan buatan. Langkah itu menunjukkan semakin eratnya hubungan strategis antara Beijing dan Moskow.

Meski menunjukkan kedekatan politik, Rusia dan China belum berhasil mencapai kesepakatan final terkait proyek pipa gas Power of Siberia 2 yang selama ini menjadi target utama Kremlin. Perbedaan soal harga disebut masih menjadi hambatan utama.

Pengamat internasional melihat pertemuan ini sebagai upaya China memperkuat posisinya di tengah rivalitas global yang semakin tajam. Xi dianggap sedang memainkan peran besar dalam membentuk tatanan dunia multipolar bersama Rusia.

Di sisi lain, negara-negara Barat menilai kedekatan Rusia dan China justru berpotensi memperbesar ketegangan internasional. Dukungan Beijing terhadap Moskow dalam isu Ukraina terus menjadi perhatian Amerika Serikat dan sekutunya.

Pertemuan Xi dan Putin juga diwarnai pembahasan mengenai keamanan global, konflik Timur Tengah, hingga sistem pertahanan rudal yang dikembangkan Amerika Serikat. Rusia dan China sama-sama menilai langkah tersebut mengganggu keseimbangan strategis dunia.

Pernyataan keras soal ancaman “hukum rimba” kini menjadi simbol semakin panasnya persaingan geopolitik global. Dunia pun dinilai sedang memasuki fase baru persaingan kekuatan besar yang dapat memengaruhi stabilitas internasional dalam jangka panjang.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.