Jakarta, Semangatnews.com – Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan arahan tegas terkait program nuklir negaranya. Ia memerintahkan agar seluruh stok uranium diperkaya milik Iran tidak dibawa keluar dari wilayah negara tersebut.
Arahan tersebut disebut menjadi respons langsung terhadap tuntutan Amerika Serikat dalam perundingan damai terbaru terkait konflik Iran dan Israel. Washington sebelumnya mendesak Teheran menyerahkan atau memindahkan uranium yang diperkaya ke luar negeri.
Menurut sumber pejabat senior Iran, keputusan Mojtaba Khamenei merupakan hasil konsensus internal pemerintahan Iran. Mereka menilai pengiriman uranium ke luar negeri justru akan melemahkan posisi strategis Teheran di tengah ancaman militer AS dan Israel.
Pemerintah Iran meyakini stok uranium diperkaya menjadi bagian penting dari pertahanan dan kedaulatan nasional. Karena itu, Teheran menolak tekanan internasional yang dianggap dapat membahayakan keamanan negara.
Langkah Iran ini diperkirakan akan memperumit negosiasi damai yang tengah dimediasi Pakistan. Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menuntut agar seluruh uranium dengan tingkat pengayaan tinggi dipindahkan dari Iran sebagai syarat kesepakatan perdamaian.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menegaskan Washington tidak akan membiarkan Iran mempertahankan stok uranium yang mendekati level pembuatan senjata nuklir. Trump menyebut AS akan “mendapatkan uranium itu” demi alasan keamanan global.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menegaskan perang belum dianggap selesai sebelum uranium diperkaya dikeluarkan dari Iran. Israel menilai program nuklir Iran menjadi ancaman besar bagi kawasan Timur Tengah.
Badan Energi Atom Internasional atau IAEA memperkirakan Iran memiliki ratusan kilogram uranium yang diperkaya hingga level 60 persen. Tingkat pengayaan tersebut mendekati standar yang dapat digunakan untuk pembuatan senjata nuklir.
Namun Iran berkali-kali membantah tuduhan ingin membangun senjata nuklir. Pemerintah Teheran menyatakan uranium diperkaya digunakan untuk kebutuhan energi, medis, dan penelitian ilmiah.
Ketegangan terkait isu nuklir Iran kembali memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Pasar energi global dan jalur pelayaran internasional ikut terpengaruh akibat meningkatnya tensi geopolitik tersebut.
Keputusan Mojtaba Khamenei mempertahankan uranium di dalam negeri kini menjadi sinyal keras bahwa Iran belum bersedia mengalah terhadap tekanan Barat. Situasi ini diperkirakan akan membuat proses negosiasi damai berjalan semakin rumit dalam waktu dekat.(*)

