Jakarta, Semangatnews.com – Kabar duka menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji tahun ini setelah seorang jemaah haji Indonesia, Muhammad Firdaus Akhlan, yang sempat dilaporkan hilang di Makkah, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa ini menjadi perhatian luas karena melibatkan jemaah lanjut usia yang sempat dicari oleh petugas dan keluarga.
Firdaus diketahui merupakan jemaah asal kloter 27 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 27). Ia dilaporkan menghilang sejak pertengahan Mei 2026 setelah meninggalkan hotel tempatnya menginap di kawasan Makkah tanpa diketahui tujuan pasti.
Berdasarkan informasi keluarga dan petugas, Firdaus terakhir kali terekam kamera pengawas atau CCTV saat keluar dari hotel pada pagi hari sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Saat itu, ia terlihat berjalan seorang diri tanpa membawa dokumen identitas maupun alat komunikasi.
Kondisi tersebut membuat proses pencarian menjadi lebih sulit karena jemaah tidak memiliki kartu Nusuk maupun ponsel. Petugas haji Indonesia bersama otoritas Arab Saudi kemudian melakukan pencarian intensif di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan jemaah.
Tim Perlindungan Jemaah (Linjam) dan petugas kloter turut dilibatkan dalam proses penelusuran. Pencarian juga dilakukan dengan menyisir rumah sakit dan fasilitas kesehatan di sekitar Makkah setelah adanya laporan jemaah tanpa identitas.
Setelah beberapa hari pencarian, pihak otoritas akhirnya menerima laporan adanya jenazah laki-laki tanpa identitas di salah satu fasilitas kesehatan di Makkah. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim haji Indonesia.
Proses identifikasi dilakukan dengan melibatkan pihak keluarga yang berada di Arab Saudi. Istri almarhum ikut mendatangi lokasi untuk memastikan identitas jenazah yang ditemukan oleh pihak rumah sakit.
Dari hasil pengecekan, keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Muhammad Firdaus Akhlan. Konfirmasi ini sekaligus mengakhiri proses pencarian yang sebelumnya berlangsung cukup intens di wilayah Makkah.
Kementerian terkait kemudian menyampaikan bahwa Firdaus telah dinyatakan wafat dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Pemerintah juga memastikan seluruh prosedur penanganan jenazah dilakukan sesuai ketentuan di Arab Saudi.
Selain itu, pihak penyelenggara haji Indonesia menyatakan akan mengurus seluruh proses ibadah lanjutan bagi almarhum melalui mekanisme badal haji yang dilaksanakan oleh petugas haji resmi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap jemaah lansia selama pelaksanaan ibadah haji. Petugas mengimbau agar jemaah selalu berada dalam rombongan untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.(*)

