Jakarta, Semangatnews.com – Penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun menariknya, mayoritas masyarakat ternyata lebih sering memanfaatkan AI untuk kebutuhan hiburan dibandingkan pekerjaan maupun pendidikan.
Berdasarkan hasil survei yang dipublikasikan baru-baru ini, penggunaan AI untuk hiburan seperti pembuatan gambar, video generatif, hingga konten kreatif menjadi aktivitas yang paling dominan dilakukan masyarakat Indonesia. Persentasenya mencapai 36,5 persen dari total responden yang menggunakan AI.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan profesional, tetapi juga telah menjadi bagian dari aktivitas digital sehari-hari masyarakat. Kehadiran berbagai aplikasi berbasis AI membuat akses terhadap teknologi ini semakin mudah dijangkau.
Di posisi kedua, AI paling banyak digunakan untuk kebutuhan edukasi dan riset. Sebanyak 30,2 persen responden memanfaatkan AI untuk mencari informasi, membuat ringkasan materi, hingga membantu proses pembelajaran akademik.
Sementara itu, penggunaan AI untuk pekerjaan dan produktivitas berada di urutan berikutnya dengan angka 26,9 persen. Teknologi ini banyak dimanfaatkan untuk membantu penulisan dokumen, pembuatan konten, analisis data, hingga berbagai tugas administratif lainnya.
Adapun penggunaan asisten digital berbasis suara seperti Siri, Google Assistant, dan layanan serupa tercatat paling rendah dengan persentase sekitar 6,4 persen. Meski demikian, kategori ini tetap menunjukkan bahwa AI semakin terintegrasi dalam kehidupan masyarakat modern.
Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, generasi muda menjadi pengguna AI paling aktif untuk kebutuhan hiburan. Kalangan Gen Z tercatat sebagai kelompok yang paling sering memanfaatkan AI dalam aktivitas kreatif dan konsumsi konten digital.
Para pengamat teknologi menilai tingginya penggunaan AI untuk hiburan tidak terlepas dari tren media sosial yang berkembang sangat cepat. Berbagai platform kini menyediakan fitur berbasis AI yang memungkinkan pengguna membuat gambar, video, hingga efek visual hanya dalam hitungan detik.
Di sisi lain, penggunaan AI untuk pendidikan juga menunjukkan potensi besar dalam mendukung proses belajar. Banyak pelajar dan mahasiswa mulai memanfaatkan chatbot AI untuk memahami materi pelajaran, menyusun catatan, hingga mencari referensi tambahan.
Meski penggunaan AI terus meningkat, berbagai survei menunjukkan masih ada kekhawatiran terkait dampaknya terhadap dunia kerja. Sebagian masyarakat merasa perkembangan teknologi ini dapat mengubah pola pekerjaan dan menggantikan sejumlah tugas yang sebelumnya dilakukan manusia.
Dengan adopsi yang semakin luas, AI diperkirakan akan terus menjadi bagian penting dalam kehidupan digital masyarakat Indonesia. Baik untuk hiburan, pendidikan, maupun produktivitas, teknologi ini kini berkembang dari sekadar tren menjadi alat yang digunakan sehari-hari oleh berbagai kalangan.(*)

