Jakarta, Semangatnews.com – Polemik dugaan praktik jual beli titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mengklaim terdapat sejumlah nama besar yang diduga berada di balik pengaturan dapur SPPG di berbagai daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Sony saat menanggapi tuduhan yang menyebut dirinya sebagai aktor utama dalam dugaan praktik jual beli titik dapur program MBG. Ia secara tegas membantah seluruh tudingan yang diarahkan kepadanya.
Menurut Sony, selama ini dirinya memilih untuk tidak banyak memberikan komentar kepada publik karena fokus menjalankan tugas mempercepat pembentukan dan verifikasi dapur SPPG yang menjadi tulang punggung program MBG nasional.
Namun, ia mengaku mulai membuka suara setelah namanya terus dikaitkan dengan dugaan penyimpangan yang kini tengah menjadi perhatian aparat penegak hukum dan masyarakat luas.
Sony menegaskan bahwa sistem verifikasi dapur MBG memiliki mekanisme yang cukup ketat. Setiap yayasan maupun pengelola wajib memenuhi persyaratan administrasi dan legalitas sebelum memperoleh persetujuan operasional.
Ia menyebut bahwa jika terjadi praktik manipulasi atau jual beli titik dapur, maka hal tersebut tidak dapat dilakukan secara sederhana karena melibatkan banyak tahapan administratif yang harus dilalui.
Dalam keterangannya, Sony juga mengindikasikan adanya kelompok tertentu yang memiliki pengaruh besar dalam proses pengaturan dan distribusi proyek dapur MBG. Namun ia belum mengungkap identitas pihak-pihak yang dimaksud secara terbuka.
Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi baru mengenai kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas dalam pengelolaan program MBG yang saat ini menjangkau jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Sejumlah pengamat menilai pengakuan Sony dapat menjadi pintu masuk bagi aparat untuk menelusuri dugaan praktik yang selama ini berkembang di lapangan. Transparansi dinilai menjadi kunci agar program strategis pemerintah tetap berjalan sesuai tujuan.
Di sisi lain, publik berharap seluruh pihak yang mengetahui informasi terkait dugaan penyimpangan dapat memberikan keterangan secara terbuka kepada aparat penegak hukum agar proses penyelidikan berjalan lebih efektif.
Kasus ini pun diperkirakan masih akan berkembang dalam beberapa waktu ke depan. Jika klaim mengenai keterlibatan nama-nama besar terbukti, maka pengungkapan tersebut berpotensi menjadi salah satu temuan penting dalam upaya pembenahan tata kelola program MBG nasional.(*)

