Jakarta, Semangatnews.com – Di tengah pembahasan mengenai kewajiban nafkah pascaperceraian, Ruben Onsu menegaskan bahwa fokus utamanya bukanlah besaran uang yang harus dibayarkan. Presenter yang dikenal luas di dunia hiburan Tanah Air itu menyebut kesempatan bertemu anak sebagai hal yang paling penting baginya saat ini.
Ruben mengaku siap jika harus kembali membicarakan persoalan nafkah dengan pihak terkait. Namun ia berharap pembahasan tersebut berjalan beriringan dengan pemenuhan haknya untuk tetap hadir dalam kehidupan anak-anaknya.
Bagi Ruben, peran seorang ayah tidak hanya diukur dari tanggung jawab finansial. Kehadiran secara langsung, perhatian, dan dukungan emosional juga menjadi bagian penting dalam proses pengasuhan anak.
Ia menilai hubungan yang dekat antara orang tua dan anak perlu terus dipertahankan meskipun kondisi keluarga telah berubah akibat perceraian. Komunikasi yang baik dinilai dapat membantu anak menghadapi perubahan dalam kehidupan mereka.
Ruben juga menegaskan bahwa dirinya selalu berusaha menempatkan kepentingan anak di atas kepentingan pribadi. Karena itu, setiap keputusan yang diambil akan mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap perkembangan mereka.
Menurut sejumlah pakar keluarga, keterlibatan kedua orang tua setelah perceraian sangat penting bagi keseimbangan emosional anak. Kehadiran ayah dan ibu dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu anak merasa tetap dicintai dan diperhatikan.
Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial, Ruben memilih untuk tidak banyak memberikan komentar yang dapat memicu polemik baru. Ia lebih memilih fokus mencari solusi yang terbaik melalui jalur komunikasi yang baik.
Sikap tersebut mendapat respons positif dari banyak pihak. Sejumlah warganet menilai pendekatan yang mengutamakan kepentingan anak menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi persoalan keluarga yang sensitif.
Meski kehidupan pribadinya menjadi perhatian publik, Ruben tetap menjalankan berbagai aktivitas profesionalnya di dunia hiburan. Ia berusaha menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan tanggung jawab sebagai orang tua.
Harapan terbesar Ruben saat ini adalah terciptanya hubungan yang harmonis demi masa depan anak-anaknya. Ia ingin memastikan bahwa mereka tetap mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang cukup dari kedua orang tua.
Dengan menegaskan pentingnya pertemuan dengan anak dibandingkan persoalan nominal nafkah, Ruben kembali menunjukkan komitmennya sebagai seorang ayah. Baginya, kebersamaan dan hubungan emosional dengan anak merupakan hal yang tidak ternilai dan harus terus diperjuangkan.(*)

