Jakarta, Semangatnews.com – Penerapan regulasi baru FIFA di Piala Dunia 2026 langsung menimbulkan dampak besar. Miguel Almiron dari Paraguay menjadi pemain pertama yang mendapat kartu merah akibat tindakan menutupi mulut saat berbicara kepada lawan dalam situasi konfrontasi.
Peristiwa itu terjadi saat Paraguay menghadapi Turki dalam laga yang berlangsung ketat. Pertandingan sempat memanas setelah terjadi pelanggaran yang memicu adu mulut antar pemain dari kedua kubu.
Saat situasi memuncak, kamera pertandingan menangkap Almiron berbicara kepada pemain lawan sambil menutupi mulutnya menggunakan tangan. Gestur tersebut langsung menjadi sorotan karena termasuk dalam kategori pelanggaran berdasarkan aturan baru FIFA.
Tim VAR kemudian meninjau insiden tersebut dan mengirimkan rekomendasi kepada wasit untuk melakukan pemeriksaan ulang. Langkah itu menjadi bukti bahwa teknologi kini memiliki peran lebih besar dalam mengawasi perilaku pemain di lapangan.
Setelah melihat tayangan ulang, wasit memutuskan mengeluarkan kartu merah langsung. Keputusan tersebut membuat Paraguay harus melanjutkan pertandingan dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.
Aturan yang diterapkan FIFA sebenarnya telah diumumkan beberapa bulan sebelum turnamen dimulai. IFAB menyetujui perubahan regulasi untuk menekan potensi perilaku diskriminatif maupun penghinaan verbal yang sulit terdeteksi kamera.
Menurut regulasi tersebut, pemain yang sengaja menutupi mulut ketika terlibat konfrontasi dapat dikenai sanksi kartu merah sesuai pertimbangan wasit dan penyelenggara kompetisi.
FIFA menilai langkah itu penting untuk menjaga integritas pertandingan dan meningkatkan transparansi dalam setiap interaksi yang terjadi di atas lapangan. Organisasi sepak bola dunia tersebut ingin menghilangkan celah bagi tindakan tidak sportif yang selama ini sulit dibuktikan.
Banyak pihak menilai keputusan terhadap Almiron menjadi sinyal kuat bahwa FIFA benar-benar serius menerapkan aturan baru tanpa kompromi. Tidak ada masa toleransi meskipun regulasi tersebut masih tergolong baru bagi sebagian pemain.
Pelatih dan pemain dari berbagai negara kini diperkirakan akan melakukan penyesuaian cepat. Selain memahami taktik pertandingan, mereka juga harus menguasai berbagai perubahan regulasi yang berlaku selama turnamen berlangsung.
Kasus Almiron dipastikan menjadi salah satu momen yang paling dikenang pada awal Piala Dunia 2026. Selain menciptakan kontroversi, insiden tersebut juga menandai era baru pengawasan perilaku pemain yang lebih ketat dalam sepak bola internasional.(*)

