Jakarta, Semangatnews.com – Dunia kesehatan kembali diingatkan akan bahaya rabies setelah seorang bocah berusia 11 tahun di Kanada meninggal dunia akibat infeksi virus tersebut. Kasus ini menjadi sorotan karena penularan diduga terjadi setelah seekor kelelawar ditemukan menempel di wajah korban saat ia sedang tertidur.
Awalnya keluarga tidak menemukan adanya bekas gigitan atau luka yang mencurigakan sehingga tidak membawa anak tersebut untuk menjalani vaksinasi pencegahan. Namun beberapa minggu kemudian kondisi kesehatannya mulai menurun secara drastis.
Korban mengalami gejala berupa muntah, mati rasa pada wajah, hingga gangguan sistem saraf. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter memastikan bahwa gejala tersebut disebabkan oleh infeksi virus rabies yang telah berkembang ke tahap lanjut.
Rabies dikenal sebagai salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi apabila gejala sudah muncul. Karena itu, pencegahan melalui vaksin setelah paparan menjadi satu-satunya cara efektif untuk menghindari akibat yang fatal.
Para ahli menjelaskan bahwa kelelawar merupakan reservoir alami virus rabies di sejumlah negara. Gigitan atau cakaran hewan tersebut sering kali sangat kecil sehingga tidak disadari oleh korban maupun keluarganya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kontak langsung dengan kelelawar harus selalu dianggap sebagai kondisi berisiko. Masyarakat dianjurkan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan meskipun tidak melihat adanya luka pada tubuh.
Dokter akan menentukan apakah seseorang memerlukan profilaksis pascapaparan atau PEP yang terdiri atas vaksin rabies dan, dalam kondisi tertentu, pemberian imunoglobulin. Penanganan dini terbukti sangat efektif mencegah penyakit berkembang.
Laporan medis mengenai kasus tersebut kini menjadi bahan pembelajaran bagi tenaga kesehatan di berbagai negara. Para peneliti berharap pengalaman tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko rabies dari satwa liar.
Selain menjaga jarak dari hewan liar, masyarakat juga diminta tidak mencoba menangkap atau menyentuh kelelawar secara langsung. Jika menemukan kelelawar di dalam rumah, langkah paling aman adalah menghubungi petugas yang berwenang untuk melakukan penanganan.
Organisasi kesehatan menegaskan bahwa edukasi menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka kematian akibat rabies. Banyak kasus sebenarnya dapat dicegah apabila korban segera mendapatkan penanganan setelah terpapar hewan yang berpotensi membawa virus.
Kematian bocah tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman rabies masih nyata di berbagai belahan dunia. Dengan mengenali risiko paparan sejak dini dan segera mencari pertolongan medis, peluang mencegah penyakit mematikan ini dapat meningkat secara signifikan.(*)

