Jakarta, Semangatnews.com – Kepergian ibunda presenter Vega Darwanti menyisakan kisah yang menyentuh hati. Di tengah duka mendalam, Vega mengungkapkan bahwa dirinya bersama kedua saudaranya sepakat merawat langsung sang ibu tanpa bantuan suster sebagai bentuk bakti terakhir kepada perempuan yang telah membesarkan mereka.
Selama masa perawatan, seluruh anggota keluarga bergantian menjaga almarhumah. Mereka berusaha memenuhi setiap kebutuhan sang ibu dengan penuh kesabaran dan kasih sayang hingga mengembuskan napas terakhir.
Vega mengatakan keputusan tersebut terinspirasi dari cara ibundanya membesarkan anak-anak. Semasa hidup, sang ibu selalu memilih mengurus keluarga sendiri tanpa mengandalkan pengasuh ataupun babysitter.
Pengalaman itu membuat Vega merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan perhatian yang sama kepada ibundanya ketika sedang berjuang melawan penyakit.
Keluarga mengakui proses merawat orang yang sakit bukanlah hal mudah. Namun, mereka menjalani semua dengan ikhlas karena ingin memberikan yang terbaik selama masih memiliki kesempatan bersama sang ibu.
Di tengah proses tersebut, tenaga medis tetap dilibatkan ketika diperlukan untuk tindakan tertentu. Hal itu dilakukan agar kondisi kesehatan almarhumah tetap mendapatkan penanganan yang sesuai.
Setelah kepergian sang ibu, Vega juga mengungkap banyak kenangan yang membuatnya semakin menghargai sosok almarhumah. Ia menyebut ibunya merupakan pribadi sederhana yang selalu mengutamakan keluarga dan gemar berbuat baik kepada sesama.
Cerita tersebut mendapat simpati dari masyarakat dan rekan-rekan sesama artis. Banyak yang memberikan doa agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Vega mengaku kini lebih memahami pentingnya memanfaatkan waktu bersama orang tua. Menurutnya, kehadiran anak di sisi orang tua saat mereka membutuhkan merupakan bentuk kasih sayang yang tidak dapat digantikan oleh apa pun.
Ia berharap pengalaman pribadinya dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk lebih menghargai kebersamaan dengan keluarga dan tidak menunda menunjukkan perhatian kepada orang-orang tercinta.
Kisah Vega Darwanti yang memilih merawat sang ibunda secara langsung hingga akhir hayat menjadi potret ketulusan seorang anak dalam membalas kasih sayang orang tua, sekaligus mengingatkan bahwa bakti dapat diwujudkan melalui tindakan nyata di saat-saat paling berharga.(*)

