Dolar AS Masih di Atas Rp17.800, Segini Kurs BCA, Mandiri dan BNI Hari Ini

by

Jakarta, Semangatnews.com – Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada Jumat (14/8/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.873 per dolar AS atau menguat 4 poin dibandingkan posisi sebelumnya.

Penguatan tersebut menjadi perhatian karena rupiah masih bergerak pada level yang relatif tinggi terhadap dolar AS. Pelaku pasar kini mencermati perkembangan kurs menjelang penutupan perdagangan pekan ini.

Data pasar menunjukkan rupiah tidak hanya bergerak menguat pada awal perdagangan. Pada sesi siang, mata uang Garuda tercatat berada di level Rp17.839 per dolar AS, menguat 38 poin atau 0,21 persen.

Pergerakan rupiah tersebut turut memengaruhi referensi kurs yang digunakan perbankan untuk transaksi valuta asing. BCA menjadi salah satu bank yang memperbarui kurs dolar AS pada Jumat pagi.

Berdasarkan data kurs BCA, e-rate dolar AS berada pada Rp17.806 untuk harga beli dan Rp17.826 untuk harga jual. Sementara kurs TT counter dan bank notes masing-masing berada di Rp17.660 untuk beli dan Rp17.940 untuk jual.

Bank Mandiri juga mencatatkan kurs dolar AS melalui beberapa jenis layanan. Special rate berada pada Rp17.860 untuk harga beli dan Rp17.890 untuk harga jual, sedangkan TT counter serta bank notes berada di Rp17.640 untuk beli dan Rp17.940 untuk jual.

Di BNI, special rates dolar AS tercatat pada level Rp17.812 untuk pembelian dan Rp17.842 untuk penjualan. Kurs tersebut merupakan salah satu acuan bagi nasabah yang melakukan transaksi valuta asing melalui layanan bank.

BNI juga menetapkan kurs berbeda untuk transaksi TT counter. Harga beli dolar AS berada di Rp17.630, sedangkan harga jualnya Rp17.930. Untuk bank notes, kurs beli berada di Rp17.690 dan kurs jual Rp17.990.

Perbedaan harga antara satu layanan dan layanan lainnya membuat masyarakat perlu memastikan jenis transaksi yang digunakan. Kurs e-rate atau special rate tidak selalu sama dengan kurs yang berlaku untuk transaksi melalui teller maupun uang kertas asing.

Penguatan rupiah pada perdagangan Jumat menjadi perkembangan yang cukup positif setelah mata uang domestik sebelumnya menghadapi tekanan. Namun, arah pergerakan berikutnya masih akan sangat bergantung pada sentimen pasar global dan kondisi ekonomi domestik.

Bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan dolar AS, seperti perjalanan ke luar negeri, pembayaran pendidikan, maupun transaksi bisnis, perubahan kurs dapat memengaruhi nilai rupiah yang harus dikeluarkan. Karena itu, pemantauan kurs bank sebelum melakukan transaksi menjadi langkah penting.

Dengan rupiah yang bergerak menguat hingga Rp17.839 per dolar AS pada perdagangan Jumat siang, pasar masih menunggu apakah tren tersebut mampu berlanjut. Pergerakan dolar AS dan rupiah selanjutnya akan menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar pada perdagangan pekan depan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.