Jakarta, Semangatnews.com – Cesc Fabregas menghadapi ujian berat bersama Como 1907 saat bertandang ke markas Liverpool dalam laga pramusim. Bermain di Anfield, Como kalah 0-2 setelah tuan rumah mencetak dua gol pada babak pertama.
Hasil tersebut menjadi penutup rangkaian persiapan Liverpool sebelum memasuki musim baru. Bagi Como, laga melawan salah satu klub besar Inggris itu juga menjadi kesempatan untuk mengukur kesiapan tim sebelum tampil di Serie A.
Sejak menit awal, Liverpool langsung mengambil kendali permainan. Anak asuh Andoni Iraola tampil dengan pressing agresif sehingga Como kesulitan keluar dari tekanan dan membangun serangan secara konsisten.
Situasi tersebut membuat Liverpool beberapa kali menciptakan peluang. Alexander Isak bahkan sempat mengancam gawang Como, sebelum akhirnya Gakpo membuka keunggulan Liverpool melalui penyelesaian di dalam kotak penalti.
Gol kedua kembali melibatkan Gakpo. Kali ini pemain tersebut menciptakan peluang dari sisi kiri sebelum mengirimkan umpan ke area kotak kecil yang berhasil diselesaikan menjadi gol oleh Jacquet.
Como tertinggal dua gol saat pertandingan memasuki jeda. Performa pada babak pertama menjadi salah satu pekerjaan rumah utama bagi Fabregas karena timnya terlalu lama berada di bawah tekanan Liverpool.
Perubahan mulai terlihat selepas turun minum. Como bermain lebih berani dan mampu menciptakan beberapa kesempatan untuk mencetak gol. Perbaikan tersebut menunjukkan bahwa tim Italia itu masih mampu memberikan perlawanan ketika tekanan Liverpool mulai menurun.
Sayangnya, peningkatan permainan tersebut belum menghasilkan gol. Beberapa peluang yang didapat Como tidak berujung pada perubahan skor sehingga Liverpool akhirnya menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan 2-0.
Meski kalah, pertandingan tersebut dapat menjadi pengalaman penting bagi Como. Fabregas bisa melihat langsung bagaimana timnya bereaksi menghadapi tekanan tinggi dan permainan cepat dari lawan dengan kualitas seperti Liverpool.
Como kini harus segera mengalihkan fokus ke Serie A. Laga perdana mereka dijadwalkan menghadapi Udinese pada 22 Agustus 2026, sehingga evaluasi dari pertandingan di Anfield harus segera diterapkan.
Bagi Fabregas, kekalahan tersebut bukan akhir dari persiapan Como. Justru pertandingan melawan Liverpool menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi kelemahan sebelum kompetisi resmi dimulai dan memastikan timnya tampil lebih siap ketika menghadapi Udinese.(*)

