Jakarta, Semangatnews.com – Harga emas Antam kembali mencatat kenaikan pada Sabtu (22/8/2026). Logam mulia keluaran PT Aneka Tambang Tbk tersebut dibanderol Rp2.740.000 per gram, naik Rp15.000 dibandingkan harga perdagangan Jumat yang berada di posisi Rp2.725.000 per gram.
Kenaikan harga ini menjadi perhatian investor emas karena terjadi setelah harga Antam sempat stagnan sehari sebelumnya. Perubahan harga tersebut menunjukkan bahwa pasar emas domestik masih bergerak dinamis menjelang akhir pekan.
Harga buyback juga mengalami penguatan dengan besaran yang sama. Pada Sabtu, Logam Mulia menetapkan harga pembelian kembali emas Antam sebesar Rp2.600.000 per gram, meningkat dari Rp2.585.000 per gram pada perdagangan sebelumnya.
Artinya, masyarakat yang memiliki emas Antam dan ingin menjualnya kembali harus memperhatikan perbedaan antara harga beli dan harga buyback. Pada perdagangan kali ini, spread kedua harga tersebut mencapai Rp140.000 per gram.
Untuk pecahan terkecil, emas Antam 0,5 gram dipasarkan dengan harga sekitar Rp1.420.000. Sementara itu, pecahan 1 gram berada di level Rp2.740.000 dan ukuran 5 gram mencapai sekitar Rp13.475.000.
Harga emas dalam pecahan lebih besar juga mengalami penyesuaian mengikuti harga dasar per gram. Emas Antam ukuran 10 gram tercatat sekitar Rp26.895.000 pada perdagangan Sabtu, sebelum memperhitungkan ketentuan pajak yang berlaku.
Penguatan harga emas domestik turut mendapat dukungan dari pergerakan pasar emas internasional. Harga emas spot berada di kisaran US$4.516,19 per troy ounce, sedangkan kontrak emas berjangka AS ditutup menguat 0,6 persen ke US$4.571,40 per troy ounce.
Kendati demikian, harga emas Antam saat ini belum kembali mendekati rekor tertinggi tahun ini. Rekor harga tercatat pada 29 Januari 2026 ketika emas Antam mencapai Rp3.168.000 per gram. Posisi Rp2.740.000 saat ini masih berada di bawah level tersebut.
Jika dibandingkan dengan awal tahun, harga emas Antam masih menunjukkan pertumbuhan. Harga pada 1 Januari 2026 tercatat Rp2.488.000 per gram, sehingga level Sabtu ini mencerminkan kenaikan sekitar 10 persen dari posisi awal tahun.
Meski tren jangka panjang dapat menjadi pertimbangan, investor tetap perlu memahami bahwa keuntungan emas tidak otomatis diperoleh dalam waktu singkat. Spread antara harga jual dan buyback membuat investasi emas umumnya lebih cocok dipertimbangkan untuk horizon yang lebih panjang.
Pergerakan harga pada Sabtu menjadi sinyal bahwa pasar emas masih memiliki daya tarik di tengah dinamika ekonomi global. Masyarakat yang ingin membeli maupun menjual emas disarankan memantau harga resmi secara berkala karena nilai emas dapat berubah mengikuti kondisi pasar.(*)

