Fachri Ahmad di Silaturahmi Sakato Tuo: Kita Berada Dalam Antrian, Menunggu Giliran

by

Fachri Ahmad di Silaturahmi Sakato Tuo: Kita Berada Dalam Antrian, Menunggu Giliran

SEMANGATNEWS.COM. Padang,- Para pensiun Rumah Bagonjong( Pemprov Sumbar) yang tergabung dalam Grup WA Sakato Tuo, kembali mengadakan pertemuan setelah tiga tahun vakum, sunyi senyap. Pertemuan terakhir adalah tanggal 18 Mei 2023 di Resto Suaso,Gor Agussalim yang juga dihadiri Penggagas senior Basril Thaher, mantan KA Bawasda Pemprov Sumbar.

Bagi Da Bas ,begitu kami menyapa beliau adalah pertemuan terakhir pula karena 5 hari setelah pertemuan Beliau meninggal dunia di Jogyakarta, Senin (22/5/2023) sekitar pukul 17.00 Wib dalam perjalanan dari masjid Jogokariyan Jogya menuju RSUd.
Mari kita bacakan doa dengan membaca umul Al Qur’an, Alfatihah untuk beliau dan senior lainnya yang telah mendahului kita diantaranya Senior Drs. H.Rusdi Lubis, Drs. H. Yohanes Dahlan, mantan Sekda, Drs. Sultani Wirman, mantan Asisten 1, Drs. H. Akmal Firdaus, mantan Kepala PMD, Bapak Drs. H. Asroel Mas’ud, mantan Asisten 4, Kantor Gubernur Uda Drs. H. Yenifra, Mantan KA Dispenda dan Asisten 3, Mantan KA Diklat Prov. Drs. H. Arizallijar serta senior senior lainnya. Dan hari ini, Senin, 24 Agustus, tersiar kabar meninggal H.Rajudin. Nuh,SH. Mantan Asisten 1. Semoga beliau mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT.

oppo_2

Setelah tiga tahun vakum maka tanggal 22 Agustus 2026, SAKATO TUO mengadakan pertemuan di Aula kantor Gubernur Sumbar. Kenapa di Kantor Gubernur, setidaknya mengenang kembali bahwa kita kita pernah bergedincak beraktifitas di situ, sebut Hendrinal.

Turut hadir Wakil Gubernur periode 2000-2005 Prof Dr. Ir. Fachri Ahmad yang kondisi beliau cukup sehat baik fisik dan rohani. Beliau hadir bersama isteri tercinta yang akrab disapa Buk Yes Fachri Ahmad.
Pertemuan diawali dengan membaca Al Qur’an oleh Ustad Syamsul Bahri SH dan saritlawah oleh Bu Mardiah. Kemudian antaran kata dari Ketua Drs. H. Marzuki Onmar, mantan Kepala Biro Pemerintahan Umum dan PJ. Bupati Solok Selatan.
Pertemuan juga diisi dengan tausiah oleh
Penceramah Agama ustad..H.Rahimul Amin.LC.MC Imam Besar Masjid Al Minangkabauwi sekaligus Pembina Takhsin masjid raya Alminangkabauwi.

Da Maron begitu kami memanggil beliau kembali mengenang asal muasal Sakato Tuo ini. Penggagasnya adalah bapak Basril Thaher dan bapak Akmal Firdaus, sebut Maron. Perintah beliau kepada kami untuk mengadakan pertemuan silaturrahmi dengan para pensiun. Setidaknya pertemuan tersebut untuk bagalak galak ( senda gurau) melepaskan taragak sesama pensiun.

Foto bersama, usai acara

Itulah makanya beberapa kali pertemuan dilakukan yang selalu dihadiri dua tokoh tersebut. Pertemuan dengan Da Bas untuk terakhir kali pada tanggal 18 Mei 2023 yang sengaja datang dari Pekanbaru untuk sekedar bergurau dengan kawan kawan di Padang. Lima hari setelah itu beliau pergi untuk selama-lamanya.

Sejak itu pula pertemuan pertemuan tidak ada lagi dan baru hari ini diadakan setelah adanya permintaan kawan kawan untuk bertatap muka.
Maka Drs. Hendrinal dan kawan kawan berinisiasi untuk mengatur dan mencari tempat, sehingga diputuskan diadakan di Aula kantor Gubernur yang megah ini.

Grup para pensiun ini, memang bersifat insidentil. Tidak ada hak dan kewajiban yang dibebankan. Bila ada acara kehendak bersama, maka untuk pembiayaan dijalankan sumbangan. Pengalaman beberapa kali pertemuan sering terkendala soal biaya konsumsi. Karena itu perlu pemikiran bersama untuk mengatasinya.
Menurut Marzuki Onmar, setidaknya silaturrahim ini akan digelar 6 bulan sekali. Dengan demikian kita mengetahui berbagai informasi dari kita untuk kita,sebut Bang Maron.

Drs. H.Armeyn AN.  bersama Ahmad Yunis di acara silaturrahmi Sakato Tuo

ANTRI
Penasehat Sakato Tuo,para pensiun kantor Gubernur,Prof Dr Ir. Fachri Ahmad dalam sambutannya kembali mengingatkan, bahwa kematian(ajal) sesuatu yang pasti. Kita semua tengah berada di fase antri.Hanya saja kita tidak tahu kapan hal tersebut sampai pada kita. “Kullu Nafsin Zaikatul Maut. Setiap yang bernyawa pasti mati. Kita mati, hewan mati, tumbuhan-tumbuhan mati. Bahkan Malaikat dan Jin akan mati.
Sebagian dari kita sudah mendahului, kenang Fachri Ahmad dengan nada tersekat. Kita pasti juga akan menyusul.
Oleh karena ajak Mantan Wagub Sumbar dan Mantan rektor Unand ini, selagi kita masih hidup berupayalah untuk tetap baik dalam artian luas. Tetap waras, tidak pikun dan tidak lumpuh. Perkuat iman, perbanyak bekal sebelum antrian itu sampai pada kita.
Jauh atau dekat lama atau cepat yang mati itu pasti kita rasakan. Itulah yang selalu kita ucapkan dalam setiap shalat. “Wamah Yaya wa mamatillahirabialamin. Berserah diri dan itu komitmen kita.

Meskipun sudah pensiun, teruslah berbuat untuk kemaslahatan masyarakat. Kecenderungan dunia sekarang adalah tidak mengakui adanya Tuhan. Lebih dari 30 negara tidak lagi mengakui adanya Tuhan ( Atheis). Agama mereka tinggalkan.

Foto bersama Penasehat Sakato Tuo Prof Dr Ir. Fachri Ahmad dan Drs. Yusman Kasim

Mereka tidak lagi mengenal ada kehidupan di akhirat. Peradaban mereka adalah ilmu yang tidak diimbangi dengan moral, iman dan akhlak.

Untuk itu sebagai orang tua, mari kita ajarkan anak-anak dan cucu yang mempunyai landasan agama yang kuat,tentunya agama Islam yang telah diredhoi Allah.

Fachri Ahmad risau melihat situasi saat ini. Sepertinya tidak menemukan solusi. Bencana banjir baru baru ini, adalah peristiwa pengulangan yang terjadi setiap tahun. Tapi kenapa tidak dicari akar masalah. Kenapa banjir, kenapa rusak dan lain sebagainya.

Pertemuan silaturahmi Sakato Tuo cukup ramai yang hadir. Dari daftar di grup WA tercatat sebanyak 92 orang. Terlihat diantaranya senior Drs. Armeyn AN, Drs. Yusman Kasim., Firdaus.K, mantan Sekda, ibuk Lis Rusdi Lubis, Ibuk Yanti Yenifra, serta para pensiunan lainnya.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.