Bukan Cuma Motor Listrik, Molinas Ditargetkan Ciptakan 215 Ribu Lapangan Kerja

by

Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah menyiapkan Program Motor Listrik Nasional atau Molinas sebagai proyek besar yang diharapkan memberikan efek luas terhadap perekonomian Indonesia. Sepanjang 2026-2031, ekosistem Molinas diproyeksikan menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp150 triliun sekaligus membuka peluang kerja bagi ratusan ribu masyarakat.

Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Atong Soekirman menyebut nilai ekonomi tersebut berasal dari ekosistem Molinas secara menyeluruh. Artinya, kontribusi program tidak hanya berasal dari transaksi pembelian motor, tetapi juga aktivitas industri yang mendukung kendaraan listrik.

Pemerintah memperkirakan sekitar 215.000 lapangan pekerjaan dapat tercipta dari pengembangan ekosistem tersebut. Pekerjaan itu mencakup industri manufaktur kendaraan, komponen, baterai, serta pembangunan fasilitas pengisian daya.

Rantai ekonomi yang dibangun juga mencakup sektor distribusi dan pembiayaan. Ketika produksi motor listrik meningkat, kebutuhan terhadap jasa logistik, pembiayaan kendaraan, bengkel, penyedia suku cadang, hingga layanan purnajual diperkirakan ikut berkembang.

Pemerintah menargetkan kapasitas produksi motor listrik nasional meningkat secara bertahap. Dari kapasitas sekitar 100.000 unit per tahun saat ini, produksi ditargetkan dapat mencapai satu juta unit per tahun pada 2028.

Di sisi lain, pemerintah ingin memastikan peningkatan produksi diikuti dengan semakin kuatnya industri dalam negeri. Tingkat Komponen Dalam Negeri yang saat ini berada di kisaran 40 persen ditargetkan naik menjadi 60 persen sehingga semakin banyak nilai tambah yang tercipta di Indonesia.

Pengembangan Molinas juga berkaitan dengan agenda pengurangan ketergantungan Indonesia terhadap BBM. Jika adopsi kendaraan listrik terus meningkat, kebutuhan konsumsi BBM untuk transportasi roda dua dapat ditekan dan pada akhirnya berdampak terhadap beban subsidi energi pemerintah.

Dengan asumsi sekitar 11 juta motor listrik telah beroperasi pada 2037, pemerintah memproyeksikan penghematan subsidi BBM mencapai Rp82,2 triliun pada periode 2027-2037. Angka tersebut menjadi salah satu manfaat jangka panjang yang diharapkan dari percepatan elektrifikasi kendaraan roda dua.

Tidak hanya subsidi, pengurangan konsumsi BBM juga diharapkan membantu mengurangi kebutuhan impor minyak. Pemerintah memperkirakan substitusi impor minyak melalui program tersebut dapat memberikan dampak sekitar Rp45 triliun terhadap neraca perdagangan.

Molinas diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 13 Agustus 2026 di Cikarang, Bekasi. Pemerintah menempatkan program tersebut sebagai bagian dari pembangunan industri kendaraan listrik nasional yang melibatkan sektor manufaktur, baterai, pembiayaan, infrastruktur, distribusi, hingga layanan setelah penjualan.

Besarnya potensi pasar menjadi alasan lain pemerintah optimistis terhadap program tersebut. Indonesia memiliki populasi motor berbahan bakar bensin sekitar 145,25 juta unit, sedangkan penetrasi motor listrik masih relatif rendah. Kondisi itu membuat ruang pertumbuhan kendaraan listrik roda dua masih sangat besar, dengan permintaan pada 2028 diproyeksikan mencapai 1,5 juta unit.

Jika seluruh target dapat berjalan sesuai rencana, Molinas berpotensi menjadi lebih dari sekadar program elektrifikasi kendaraan. Pemerintah berharap ekosistem tersebut mampu memperkuat industri nasional, membuka lapangan kerja, mengurangi ketergantungan impor energi, serta menciptakan nilai ekonomi baru hingga Rp150 triliun dalam enam tahun pertama pengembangannya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.