Dari Remaja 18 Tahun hingga Juara Liga Inggris, Kisah Martinelli di Arsenal Berakhir Manis dan Pahit

by

Jakarta, Semangatnews.com – Tujuh tahun setelah tiba di Inggris sebagai pemain muda berusia 18 tahun, Gabriel Martinelli akhirnya mengucapkan selamat tinggal kepada Arsenal. Winger Brasil itu resmi melanjutkan karier bersama klub Arab Saudi, Al Hilal, setelah Arsenal menerima tawaran transfer bernilai besar.

Perpisahan tersebut terasa emosional bagi Martinelli. Ia mengaku ketika pertama kali datang ke Arsenal pada 2019, dirinya sempat membayangkan akan bertahan di klub tersebut untuk waktu yang sangat lama, bahkan hingga sepanjang kariernya.

Angan-angan itu tidak sepenuhnya tanpa alasan. Martinelli berkembang pesat di Arsenal dan mendapatkan kesempatan tampil di level tertinggi sepak bola Inggris serta kompetisi Eropa. Ia kemudian menjadi bagian dari generasi yang membawa klub kembali meraih trofi Premier League.

Selama tujuh musim, Martinelli mencatat 278 pertandingan bersama Arsenal. Dari penampilannya tersebut, ia berhasil membukukan 62 gol dan menjadi salah satu pemain yang cukup identik dengan era kebangkitan The Gunners di bawah Mikel Arteta.

Salah satu pencapaian terbesar Martinelli adalah membantu Arsenal meraih gelar Premier League musim lalu. Trofi tersebut memiliki arti khusus bagi klub karena mengakhiri penantian panjang Arsenal untuk kembali menjadi juara liga Inggris.

Sebelum menjadi juara liga, Martinelli juga ikut merasakan kesuksesan Arsenal meraih Piala FA pada 2020 dan Community Shield pada 2023. Trofi-trofi tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya di London.

Perjalanan Martinelli bersama Arsenal juga beriringan dengan perkembangan kariernya di tim nasional Brasil. Ia mendapat kesempatan tampil di Piala Dunia dan Olimpiade, termasuk meraih medali emas Olimpiade bersama Brasil.

Namun, setelah membantu Arsenal menjadi juara, situasi Martinelli berubah. Persaingan di lini depan semakin ketat dan posisinya dalam hierarki skuad tidak lagi sekuat beberapa musim sebelumnya. Kondisi tersebut akhirnya membuka jalan bagi kepindahan sang pemain.

Al Hilal kemudian datang sebagai tujuan baru Martinelli. Klub Arab Saudi itu mengamankan tanda tangannya dalam transfer bernilai sekitar 70 juta euro menurut laporan sejumlah media, dengan kontrak berdurasi empat tahun yang diumumkan klub tersebut.

Bagi Arsenal, kepergian Martinelli memberikan pemasukan besar, tetapi juga meninggalkan pertanyaan mengenai kedalaman lini serang. Klub London tersebut kehilangan beberapa pemain depan pada musim panas dan tidak mendapatkan seluruh target penyerang yang sebelumnya dikaitkan dengan mereka.

Sementara bagi Martinelli, kepindahan ke Al Hilal menjadi awal dari babak baru. Ia meninggalkan Emirates Stadium dengan koleksi trofi, ratusan penampilan, puluhan gol, dan kenangan yang membuatnya sulit melupakan Arsenal. Mimpinya untuk tinggal selamanya di London memang tidak terwujud, tetapi kisahnya sebagai Gunner tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.