Jakarta, Semangatnews.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menimbulkan dampak terhadap sejumlah aktivitas masyarakat. Salah satu sektor yang paling merasakan dampaknya adalah penerbangan karena abu vulkanik menyebar ke ruang udara di sekitar Jakarta dan wilayah lainnya.
Sejumlah bandara terpaksa menghentikan operasional sementara untuk menjaga keselamatan penerbangan. Kondisi tersebut turut menyebabkan ribuan penerbangan mengalami gangguan dan ratusan ribu penumpang terdampak.
Meski dampaknya cukup terasa pada transportasi udara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi tersebut belum akan memberikan tekanan besar terhadap perekonomian nasional. Ia memperkirakan gangguan ekonomi yang muncul hanya berlangsung secara terbatas.
Purbaya menyatakan pemerintah tetap yakin perekonomian Indonesia dapat berjalan sesuai target. Bahkan, pemerintah masih berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV agar momentum perekonomian tetap terjaga.
Menurut Purbaya, dampak bencana memang tidak dapat sepenuhnya dihindari. Namun, selama gangguan tidak berlangsung berkepanjangan dan aktivitas ekonomi utama tetap berjalan, pengaruhnya terhadap pertumbuhan nasional diperkirakan tidak terlalu besar.
Keyakinan tersebut juga didukung oleh kondisi distribusi kebutuhan pokok yang masih relatif aman. Kementerian Perdagangan memastikan belum ada gangguan signifikan terhadap pasokan bahan pokok meskipun sejumlah wilayah telah terdampak abu vulkanik Anak Krakatau.
Di sisi fiskal, pemerintah juga memastikan APBN berada dalam kondisi aman. Purbaya mengatakan anggaran untuk penanganan bencana tersedia sehingga pemerintah tidak perlu khawatir ketika membutuhkan tambahan pembiayaan untuk menghadapi dampak erupsi.
Dana penanganan bencana pada tahap awal berada dalam pengelolaan BNPB. Pemerintah juga membuka kemungkinan menambah anggaran apabila kebutuhan penanganan di lapangan meningkat.
Langkah tersebut menjadi penting karena dampak erupsi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi. Abu vulkanik juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas udara sehingga pemerintah perlu melakukan penanganan lintas sektor.
BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memantau wilayah yang terdampak. Tiga wilayah yang disebut paling terdampak aktivitas vulkanik adalah Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pandeglang.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap dampak erupsi Anak Krakatau tidak berkembang menjadi tekanan ekonomi yang lebih luas. Purbaya tetap optimistis perekonomian nasional mampu menghadapi gangguan sementara tersebut, sementara APBN disiapkan untuk memastikan penanganan bencana tetap berjalan sesuai kebutuhan.(*)

