Konflik Yaman Memanas, Houthi Sebut Puluhan Serangan Udara Saudi Hantam Wilayahnya

by

Jakarta, Semangatnews.com – Konflik antara kelompok Houthi dan Arab Saudi kembali memanas. Houthi menyatakan pesawat tempur Saudi melakukan sekitar 40 serangan udara di wilayah Yaman dalam satu hari di tengah meningkatnya aksi saling serang kedua pihak.

Klaim tersebut muncul pada Rabu (16/9/2026) ketika ketegangan di kawasan semakin meningkat. Media yang berafiliasi dengan Houthi menyebut serangan Saudi berlangsung di sejumlah wilayah yang berada di bawah pengaruh kelompok tersebut.

Menurut laporan tersebut, serangan udara dilakukan setelah Houthi melancarkan serangkaian serangan menggunakan drone dan rudal terhadap wilayah Arab Saudi. Kedua pihak kini kembali terlibat dalam rangkaian aksi militer setelah konflik Yaman mengalami periode penurunan intensitas.

Houthi merupakan kelompok yang menguasai sebagian wilayah Yaman dan didukung Iran. Kelompok tersebut telah lama berkonflik dengan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.

Dalam perkembangan terbaru, Houthi juga mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah drone pengintai bersenjata milik Saudi di wilayah Marib. Klaim tersebut dilaporkan media internasional, meski sejumlah perkembangan militer dari pihak Houthi masih belum seluruhnya dapat diverifikasi secara independen.

Ketegangan semakin meningkat setelah Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat drone yang disebut diluncurkan Houthi dan bergerak menuju wilayah Makkah. Pemerintah Saudi menyatakan serangan tersebut tidak sampai menembus wilayah udara terbatas di sekitar kota suci tersebut.

Houthi membantah tudingan bahwa mereka menargetkan Makkah. Kelompok tersebut menyatakan sejumlah serangannya diarahkan terhadap kepentingan militer Saudi sebagai bagian dari respons terhadap operasi militer di Yaman.

Sementara itu, Arab Saudi bersama pasukan yang mendukung pemerintah Yaman terus melakukan operasi terhadap posisi Houthi. Riyadh sebelumnya menyatakan akan merespons serangan rudal dan drone Houthi yang menimbulkan korban luka serta kerusakan di beberapa kota Saudi.

Konflik yang kembali meningkat juga memunculkan kekhawatiran terhadap jalur perdagangan internasional. Houthi baru-baru ini memperluas pengaruhnya di sepanjang pesisir Laut Merah, termasuk menguasai Kota Mokha yang berada dekat Selat Bab el-Mandeb.

Selat Bab el-Mandeb merupakan salah satu jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Perubahan situasi keamanan di kawasan tersebut dapat memengaruhi rute kapal dagang dan pengiriman energi internasional.

Di tengah eskalasi militer, upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan juga terus berlangsung. Sejumlah negara dan organisasi internasional menyoroti dampak konflik terhadap warga sipil, sementara kondisi kemanusiaan di Yaman semakin tertekan akibat meningkatnya pengungsian dan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.