Dari PBB, Sugiono Ungkap Strategi Indonesia Bangun Ketahanan di Tengah Ketidakpastian Dunia

by

Jakarta, Semangatnews.com – Menteri Luar Negeri RI Sugiono membawa isu ketahanan nasional dalam pernyataan Indonesia pada Sidang ke-81 Majelis Umum PBB. Dalam pidatonya, Sugiono mengaitkan ketahanan negara dengan kemampuan masyarakat memperoleh kebutuhan dasar, termasuk pangan, energi, pendidikan, dan kesehatan.

Sugiono menyampaikan bahwa pembangunan multilateralisme yang tangguh harus dimulai dari negara-negara yang memiliki ketahanan di dalam negeri. Menurutnya, penguatan kapasitas nasional menjadi dasar agar sebuah negara mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus berkontribusi pada lingkungan internasional.

Ketahanan pangan menjadi salah satu agenda yang ditekankan Indonesia. Pemerintah ingin memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kemampuan nasional agar tidak mudah terguncang ketika terjadi perubahan kondisi global.

Di sektor energi, Indonesia juga berupaya memperkuat keamanan pasokan. Ketahanan energi dinilai penting karena sektor tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, aktivitas industri, serta keberlanjutan perekonomian.

Sugiono juga menyoroti perlunya investasi terhadap generasi masa depan. Pendidikan berkualitas dan layanan kesehatan dasar disebut sebagai komponen yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional karena keduanya berhubungan langsung dengan kualitas sumber daya manusia.

Isu ketahanan tersebut semakin relevan ketika dunia menghadapi risiko perubahan iklim. Dalam forum Climate Security Dialogue sebelumnya, Sugiono mengatakan ketahanan iklim berkaitan erat dengan kemampuan negara melindungi masyarakat, menjaga mata pencaharian, dan mempertahankan stabilitas ekonomi.

Indonesia juga menempatkan ketahanan air sebagai bagian dari agenda menghadapi perubahan iklim. Pendekatan tersebut diarahkan agar kebijakan ketahanan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan mencakup sektor pangan, air, dan energi secara terpadu.

Di tingkat kawasan, Sugiono menilai ASEAN memiliki pengalaman dalam menjaga komunikasi di tengah perbedaan kepentingan. Indonesia melihat prinsip ASEAN Centrality tetap penting untuk menjaga ruang dialog dan kerja sama di tengah persaingan global yang semakin kompleks.

Menurut Sugiono, ketahanan nasional yang kuat juga dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk memberikan kontribusi lebih besar kepada kawasan maupun dunia. Ketahanan pangan nasional, misalnya, dapat menjadi dasar bagi kontribusi terhadap ketahanan pangan regional dan global.

Dalam pidatonya, Sugiono juga menghubungkan ketahanan nasional dengan perlindungan hak asasi manusia. Ia menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat dapat hidup secara layak.

Pada akhirnya, Indonesia mendorong agar ketahanan nasional berjalan beriringan dengan penguatan sistem multilateral. Sugiono menegaskan bahwa PBB tetap dibutuhkan sebagai wadah kerja sama internasional, terutama untuk menghadapi tantangan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.