Misteri di Balik Serangan Kopilot Flydubai: Pernah Dilarang Terbang hingga Diduga Radikal

by

Jakarta, Semangatnews.com – Penyelidikan insiden dramatis di dalam pesawat Flydubai yang terbang menuju Tel Aviv mengungkap sejumlah informasi mengejutkan mengenai latar belakang kopilot. Hamam al-Hammami disebut sebelumnya pernah dilarang menjalankan tugas penerbangan karena kekhawatiran mengenai pandangan ekstremis.

Kasus tersebut bermula ketika penerbangan Flydubai FZ1073 mengalami keadaan darurat dalam perjalanan dari Dubai menuju Tel Aviv. Kopilot diduga menyerang kapten di dalam kokpit dan kemudian berusaha mengambil alih kendali pesawat.

Jaksa Agung Uni Emirat Arab menyatakan hasil penyelidikan awal menunjukkan kopilot menggunakan kapak darurat untuk menyerang pilot. Otoritas menyebut tindakan tersebut sebagai upaya melakukan serangan teroris.

Situasi semakin genting setelah pesawat mengalami penurunan ketinggian secara drastis. Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat sempat turun ribuan meter dalam waktu singkat sebelum berhasil distabilkan kembali.

Dalam kondisi tersebut, kapten yang telah mengalami luka tetap berupaya menyelamatkan pesawat. Ia berhasil membuka pintu kokpit sehingga kru dan penumpang dapat masuk dan membantu menghentikan serangan yang dilakukan kopilot.

Dua pilot yang sedang berada dalam penerbangan tersebut sebagai penumpang juga dilaporkan ikut membantu mengambil alih kendali pesawat. Pesawat akhirnya dialihkan ke Tabuk, Arab Saudi, dan berhasil melakukan pendaratan darurat dengan selamat.

Tidak ada penumpang yang dilaporkan mengalami luka serius dalam insiden tersebut. Namun, kapten dan kopilot mengalami cedera dan mendapatkan perawatan medis setelah pesawat mendarat.

Setelah kejadian, perhatian penyidik beralih pada latar belakang al-Hammami. Sumber intelijen dan penegak hukum menyebut pria tersebut pernah menjalani pelatihan di Oman Air dan kemudian dihentikan dari tugas penerbangan setelah ditemukan materi ekstremis.

Al-Hammami kemudian disebut bekerja dalam posisi administratif di Oman Air sebelum meninggalkan perusahaan. Ia selanjutnya mencoba melanjutkan karier penerbangan melalui Royal Air Maroc, tetapi tidak diterima sebagai pegawai setelah mengikuti pelatihan selama beberapa bulan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengatakan tersangka diduga mengalami indoktrinasi radikal Islamis. Meski demikian, motif pasti serangan dan apakah al-Hammami bertindak seorang diri masih dalam penyelidikan.

Kasus ini juga memunculkan pertanyaan mengenai proses pemeriksaan latar belakang dan keamanan dalam perekrutan pilot. Penyelidik kini berupaya mengetahui bagaimana al-Hammami akhirnya dapat bekerja sebagai kopilot Flydubai meski sebelumnya pernah mendapat perhatian terkait risiko keamanan. Hasil penyelidikan nantinya dapat menjadi dasar evaluasi terhadap sistem pemeriksaan personel di industri penerbangan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.