Jakarta, Semangatnews.com – Hari ulang tahun mendiang Glenn Fredly menjadi momen khusus bagi Mutia Ayu dan putrinya, Gewa. Pada 30 September 2026, keduanya kembali mendatangi makam Glenn untuk berziarah dan mengenang sosok yang tetap memiliki tempat penting dalam keluarga mereka.
Kunjungan tersebut ternyata bukan sesuatu yang hanya dilakukan ketika hari ulang tahun atau peringatan tertentu. Mutia mengungkapkan bahwa dirinya dan Gewa memang cukup rutin mendatangi makam Glenn.
Bahkan, Gewa disebut sudah memiliki kebiasaan untuk mengajak sang ibu pergi ke sana. Jika dirasa sudah terlalu lama tidak berziarah, Gewa akan menanyakan kepada Mutia kapan mereka kembali ke tempat yang disebutnya sebagai “rumah ayah”.
Sebutan tersebut menjadi gambaran bagaimana Gewa memaknai keberadaan makam sang ayah. Bagi dirinya, tempat tersebut bukan semata-mata lokasi pemakaman, melainkan tempat yang memiliki ikatan emosional dengan kenangan bersama Glenn.
Mutia pun berusaha menjaga agar hubungan Gewa dengan kenangan terhadap ayahnya tetap terpelihara. Salah satunya dilakukan dengan mengajak Gewa berziarah pada momen-momen penting dalam kehidupan keluarga mereka.
Ulang tahun Glenn menjadi salah satu waktu yang tidak dilewatkan. Mutia mengatakan dirinya dan Gewa pasti menyempatkan diri datang ke makam ketika tanggal kelahiran sang musisi tiba.
Namun, tahun ini Gewa tidak hanya mengenang Glenn melalui kunjungan ke makam. Ia juga menghadirkan sebuah karya musik yang dirilis tepat pada tanggal ulang tahun ayahnya.
Lagu tersebut diberi judul “Hai Bintang”. Karya itu menjadi hadiah yang dipersembahkan Gewa untuk Glenn Fredly sekaligus menjadi bentuk ungkapan perasaan seorang anak kepada ayah yang telah meninggalkannya.
Melalui unggahan mengenai lagu tersebut, Gewa menjelaskan bahwa “Hai Bintang” tidak semata-mata berkisah tentang kehilangan. Lagu itu juga dapat didedikasikan kepada orang-orang terdekat yang disayangi.
Peluncuran lagu tersebut menambah warna dalam cara keluarga mengenang Glenn. Jika ziarah menjadi rutinitas untuk menjaga kedekatan secara emosional, karya musik menjadi ruang bagi Gewa untuk menyampaikan perasaan melalui kreativitas.
Bagi Mutia Ayu dan Gewa, perjalanan mengenang Glenn tampaknya tidak berhenti pada satu tanggal tertentu. Sosok Glenn tetap hadir melalui cerita, kebiasaan berziarah, dan karya yang dibuat oleh putrinya, sehingga kenangannya terus tumbuh seiring perjalanan kehidupan Gewa.(*)

