Asing Koleksi BMRI hingga BBCA, IHSG Melonjak 1,36% di Awal Pekan

by

Jakarta, Semangatnews.com – Pasar saham Indonesia mengawali pekan dengan performa positif. IHSG ditutup melesat 1,36% ke level 6.118,86 pada perdagangan Senin (5/10/2026), sekaligus memutus rentetan pelemahan yang berlangsung selama enam sesi perdagangan.

Kenaikan IHSG setara dengan 81,97 poin dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Penguatan tersebut juga berlangsung ketika mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak ke zona hijau.

Sebanyak 526 saham mengalami kenaikan harga, sedangkan 153 saham mengalami penurunan. Sementara itu, 114 saham lainnya tidak mengalami perubahan sehingga indeks mendapat dukungan cukup luas dari pergerakan saham individual.

Nilai transaksi saham pada perdagangan Senin tercatat sekitar Rp9,97 triliun dengan volume mencapai 40,98 miliar saham. Frekuensi transaksi berada di kisaran 1,64 juta kali.

Namun, penguatan IHSG belum diikuti dengan kembalinya investor asing ke posisi pembelian bersih secara keseluruhan. Investor asing masih membukukan net sell Rp115,72 miliar di seluruh pasar dan Rp123,10 miliar di pasar reguler.

Meski demikian, sejumlah emiten tetap berhasil menarik dana asing dalam jumlah besar. Bank Mandiri menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing dengan nilai net buy mencapai Rp86,82 miliar.

Minat terhadap sektor perbankan juga terlihat dari aktivitas investor asing di saham Bank Central Asia. BBCA mencatat net foreign buy sekitar Rp24,50 miliar, menempatkannya sebagai salah satu saham dengan pembelian asing terbesar pada perdagangan awal pekan.

Saham Ultra Jaya juga mencuri perhatian dengan nilai pembelian bersih asing sekitar Rp27,42 miliar. Selain itu, asing tercatat mengoleksi BUVA sebesar Rp20,63 miliar dan BULL sekitar Rp16,57 miliar.

Daftar saham yang mendapat aliran dana asing juga mencakup PKPK dengan net buy sekitar Rp16,06 miliar, EMAS Rp15,83 miliar, WIFI Rp15,59 miliar, TPIA Rp13,16 miliar, serta BRMS sekitar Rp10,78 miliar.

Di sisi lain, sejumlah saham justru mengalami tekanan akibat aksi jual asing. GOTO menjadi saham dengan net sell asing terbesar sekitar Rp115,73 miliar, disusul BBRI Rp71,23 miliar dan ASII Rp55,87 miliar.

Penguatan IHSG turut dipengaruhi sentimen positif bursa global dan regional. Investor juga mencermati ekspektasi kebijakan The Fed setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat lebih lemah dari perkiraan, sementara tingginya imbal hasil US Treasury masih menjadi risiko bagi pasar negara berkembang.

Pasar selanjutnya akan menunggu sejumlah agenda ekonomi global, termasuk risalah rapat FOMC yang dijadwalkan terbit pada 7 Oktober. Pergerakan IHSG diperkirakan masih akan sangat bergantung pada sentimen global, harga komoditas, serta arus dana investor asing dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.