Jakarta, Semangatnews.com – Manchester City menunjukkan bahwa mereka masih menjadi salah satu kekuatan utama di Premier League setelah menaklukkan Liverpool dengan skor 3-0 di Anfield, Minggu (11/10/2026). Kemenangan tersebut mempertahankan rekor sempurna pasukan Enzo Maresca sekaligus membuka peluang bagi sang pelatih untuk menciptakan sejarah baru di kompetisi sepak bola Inggris.
Hasil positif itu membawa Manchester City meraih enam kemenangan dari enam pertandingan pertama musim 2026/2027. Dengan raihan 18 poin, The Citizens untuk sementara memimpin klasemen dan menjaga jarak tiga poin dari Arsenal yang menempati posisi berikutnya.
Performa tersebut menjadi sinyal kuat bagi para pesaing bahwa Manchester City tetap memiliki ambisi besar dalam persaingan gelar juara. Di bawah arahan Maresca, tim menunjukkan kemampuan untuk menjaga konsistensi hasil meskipun menghadapi tekanan dan tantangan yang tidak ringan.
Pencapaian Maresca juga memiliki arti tersendiri dalam sejarah Premier League. Ia kini menyamai catatan tiga pelatih yang berhasil memenangi enam pertandingan liga pertama mereka bersama sebuah klub, yakni Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, dan Ole Gunnar Solskjaer.
Peluang untuk melampaui pencapaian tersebut terbuka pada pertandingan berikutnya melawan Ipswich Town. Kemenangan ketujuh secara beruntun akan menempatkan Maresca sebagai pelatih pertama yang memulai masa kepelatihannya di sebuah klub Premier League dengan tujuh kemenangan berturut-turut.
Meski demikian, kemenangan atas Liverpool tidak diraih tanpa hambatan. Manchester City harus menghadapi tekanan dari publik Anfield dan perlawanan tuan rumah sebelum situasi berubah setelah Ryan Gravenberch mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-62.
Setelah Liverpool bermain dengan sepuluh orang, City meningkatkan tekanan dan segera menemukan celah di pertahanan lawan. Haaland mencetak gol pembuka pada menit ke-65, disusul gol Doku pada menit ke-68, sebelum Cherki memastikan skor 3-0 pada menit ke-78.
Ketajaman lini serang menjadi salah satu aspek yang menonjol dalam kemenangan tersebut. City mampu memanfaatkan momentum dengan cepat dan tidak memberikan cukup waktu kepada Liverpool untuk menyusun kembali pertahanan setelah kehilangan Gravenberch.
Bagi Liverpool, kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi pelatih Andoni Iraola. Selain kehilangan satu pemain, tim tuan rumah harus memperbaiki efektivitas permainan dan kemampuan menjaga konsentrasi ketika menghadapi lawan yang memiliki kualitas serangan tinggi.
Di luar lapangan, Manchester City juga masih menghadapi sorotan terkait keputusan komisi independen mengenai pelanggaran aturan keuangan Premier League. Klub telah mengajukan banding atas keputusan tersebut, sehingga persoalan itu masih menjadi bagian dari ketidakpastian yang mengiringi perjalanan mereka musim ini.
Dengan modal enam kemenangan beruntun, Manchester City memiliki fondasi kuat untuk melanjutkan persaingan di papan atas. Namun, rekor Maresca dan posisi puncak klasemen tetap harus dipertahankan melalui performa konsisten, pengelolaan skuad yang baik, serta kemampuan menghadapi berbagai tekanan sepanjang musim.(*)

