Hari Guru di SMKN 4 (SSRI/SMSR) Padang Meriah Dengan Main Bola Kain Sarung

by -

Hari Guru di SMKN 4 (SSRI/SMSR) Padang Meriah Dengan Main Bola Kain Sarung

Semangatnews.com, Sumatera – Diikuti lebih 1100 siswa dari berbagai jurusan, puluhan guru, karyawan dan alumni peringatan HUT ke 74 Hari Guru Nasional di SMKN 4 (SSRI/SMSR) Negeri Padang yang berlangsung meriah dan ceria, Senin (25/11) di lapangan upacara SMKN 4 Padang, Cangkeh Lubuk Begalung.

Sebagaimana lazimnya upacara resmi nasional, kegiatan HUT ke 74 Hari Guru Nasional juga ditandai berbagai aktivitas lain, diantara pembacaan puisi, tarian dan sepakbola wanita guru-guru wanita pakai busana kain sarung yang membuat pengunjung bersorak gembira, bahkan histeris melihat kurenah ibu-ibu guru bermain sepakbola pakai kain sarung.

Kepala Sekolah SMKN 4 Padang, Taharuddin, S.Pd, MM dalam sambutannya membacakan pidato Mendibud menyebutkan dalam rangka memenuhi janji kemerdekaan, khususnya untuk memberi titik tekan pada diksi mencerdaskan kehidupan bangsa, kita mempercayai bahwa pendidikan merupakan salah satu jalan perubahan menuju perbaikan, yakni menuju Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.

Tahun ini kita memasuki tahun ke-20 Era Reformasi. Berbagai tatanan baru, termasuk dalam kewenangan bidang pendidikan yang terdesentralisasi sudah terjadi. Namun perlu disadari reformasi ternyata baru menyentuh perombakan institusional dan belum banyak menghasilkan perubahan paradigma, pola pikir dan budaya kerja. Memasuki era Indonesia yang demokratis, sejahtera, berkeadilan dan bermartabat.Paradigma pemerataan kualitas pendidikan yang sering menjadi wacana sudah saatnya terejawantah dalam bentuk regulasi yang matang dan berani agar reformasi di bidang pendidikan benar-benar terwujud.

Dengan niat baik dan kerja keras kita semua, para orang tua, anak-anak, para guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat luas serta pemangku pendidikan, Insya Allah ikhtiar kita ini akan membuahkan hasil, ujar Tahar membacakan sambutan Mendikbud.

Kegiatan peringatan HUT ke 74 PGRI dan Hari Guru Nasional tersebut juga diikuti pembacaan puisi oleh Muharyadi guru seni, seniman yang juga kurator ini dihadapan seribuan siswa, puluhyan guru dan karyawan serta alumni itu membacakan salah satu sajak Chairil Anwar yang berjudul “Antara Kerawang dan Bekasi” yang secara simbolik menyiratkan makna dan nilai-nilai perjuangan, yang mendapat applaus dari peserta upacara teriknya matahari pagi saat upacara berlangsung.

Sejumlah kegiatan lain yakni berjalan merangkak sambil membawa tepung di atas piring yang diikuti guru dan siswa, kemudian pertandingan sepkabola wanita memakai busana kain sarung di lapangan upacara juga tidak kalah menariknya.

Sejumlah siswa saat usai upacara dan di sela-sela kegiatan tambahan saat dikonfirmasi kegiatan hari guru ke 74 di sekolah mereka menyebutkan, dilihat dari kegiatan hari guru yang pernah mereka saksikan selama ini, tentulah kegiatan hari guru itu dapat dijadikan momen penting bagimana peserta didik, orang tua, masyarakat bahkan pemerintah dapat melihat guru sebagai profesi yang sangat mulia di tengah-tengah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada saat ini.

Nadilla Afifa Putri dari jurusan seni lukis, Putri Handayani dari jurusan Desain Kominikasi Visual yang mewakili teman-teman mereka kepada semangatnews.com menyebutkan, guru bagai lilin yang banyak menghabiskan waktunya untuk anak didik mereka di sekolah dan luar sekolah dengan penuh pengabdian, perjuangan dan keikhlasan mendidik putra putri bangsa Indonesia bagai pelita dalam Kegelapan.

Karena itu semua anak bangsa ini seyogyanya menghormati profesi guru sebagai sebuah profesi mulia untuk bangsa dan negeri ini, ujar mereka penuh semangat. (FR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.