Semangatnews, Iran – Beredar kabar bahwa pesawat Ukraina yang jatuh di Iran diduga akibat terkena tembakan rudal. Namun kebenarannya masih simpang siur, belum dapat dipastikan.
CNN yang dikutip Jumat (10/1/2020) mengklaim telah memperoleh video pada Kamis 9 Januari 2020, yang tampaknya menunjukkan rudal ditembakkan ke langit Teheran dan menyerang sebuah benda, sekitar waktu yang sama ketika sebuah pesawat Ukraina jatuh tak lama setelah lepas landas dari bandara kota, Imam Khomeini International Airport.
Berita video itu muncul beberapa jam setelah para pemimpin Kanada dan Inggris mengatakan bahwa mereka memiliki informasi pesawat Ukraina itu ditembak jatuh oleh rudal surface-to-air Iran. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, yang negaranya kehilangan 63 warga dalam kecelakaan Penerbangan Ukraina International Airlines 752 awal pekan ini, mengatakan intelijennya serta yang diberikan oleh sekutu, menunjukkan bahwa pesawat komersial ditembak jatuh oleh misil jenis tersebut.
PM Trudeau kemudian meminta penyelidikan menyeluruh tentang penyebab kecelakaan itu, tetapi tidak memberikan rincian tambahan tentang bukti dan intelijen yang dikutipnya.
“Ini mungkin tidak disengaja,” katanya pada konferensi pers di Ottawa.
Tidak lama setelah konferensi pers Trudeau, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan dinas intelijen negaranya juga mencapai kesimpulan yang sama.
“Sekarang ada informasi bahwa penerbangan itu ditembak jatuh oleh misil Surface to Air Iran. Ini mungkin tidak disengaja. Kami bekerja sama dengan Kanada dan mitra internasional kami, dan sekarang perlu ada investigasi yang transparan dan penuh ,” kata Johnson dalam sebuah pernyataan.
“Inggris terus menyerukan semua pihak mendesak untuk mengurangi untuk mengurangi ketegangan di kawasan itu,” tambah Boris Johnson.
CNN melaporkan pada hari Kamis sebelumnya bahwa AS semakin percaya bahwa [Iran ](4151825 ) secara keliru menjatuhkan pesawat itu, menurut beberapa pejabat Amerika.
Teori yang muncul atas analisa itu didasarkan pada kelanjutan analisis data dari satelit, radar dan data elektronik yang dikumpulkan secara rutin oleh militer dan intelijen AS.
Seorang pejabat AS yang akrab dengan intelijen mengatakan, pesawat itu ditembak jatuh oleh dua rudal SA-15 buatan Rusia. AS melihat sinyal-sinyal radar Iran mengunci jetliner, sebelum ditembak jatuh.
Pagi setelah kejadian itu, analis AS menemukan data tetapi butuh satu hari lagi untuk memverifikasi, kata pejabat itu.(CNN/liputan6/smgt)

